
AC Milan Hampir Kalah Tapi Diselamatkan Rafael Leao
SUKABOGOR.com – Pertandingan yang mendebarkan terjadi antara AC Milan dan Genoa dalam laga Serie A yang berlangsung akhir pekan ini. AC Milan nyaris saja menelan kekalahan, tetapi diselamatkan oleh gol telat Rafael Leao. Pertandingan tersebut berjalan dengan tensi tinggi, penuh aksi dan drama dari menit awal hingga detik akhir.
AC Milan berhadapan dengan tekanan bertubi-tubi dari Genoa. Walau begitu, mereka berhasil bertahan hingga menit-menit akhir laga. Waktu Genoa hampir meraup tiga poin penuh, Rafael Leao muncul sebagai pahlawan bagi Milan dengan golnya yang menghidupkan kembali asa klub dalam kompetisi musim ini. “Ini adalah laga yang sangat sulit, namun kami menunjukkan watak kami,” kata Leao usai laga. Gol tersebut tidak cuma memberikan poin penting bagi Milan, namun juga menunjukkan daya juang mereka dalam menghadapi situasi genting.
Di sisi lain, pelatih Genoa terlihat kecewa karena timnya gagal mempertahankan kelebihan hingga peluit akhir ditiup. Selain itu, komentar dari pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri, juga disorot media. Ia mengkritik kondisi rumput stadion San Siro yang menurutnya telah mengganggu permainan timnya. “Rumput di San Siro benar-benar terkutuk, sulit bagi kami untuk bermain dengan bagus di sini,” keluh Allegri. Kondisi lapangan memang sering menjadi perhatian dalam dunia sepak bola, dan kali ini kondisi tersebut menjadi salah satu dalih dari hasil imbang yang terjadi.
Polemik Taktik dan Strategi di Lapangan
Drama lain yang muncul dalam laga ini adalah tindakan kontroversial dari bek AC Milan yang mencoba merusak rumput di area penalti. Tindakannya ini dianggap sebagai upaya sabotase terhadap tendangan penalti yang akan dilakukan oleh Genoa. Aksi tersebut sontak menimbulkan polemik di kalangan penggemar dan pengamat sepak bola. Banyak yang menghujat tindakan tersebut sebagai sikap tidak sportif dan menyebutnya sebagai “Badut sampai Pengecut”. Obrolan terkait sikap sportifitas dalam olahraga menjadi bahan obrolan hangat di media sosial pasca laga.
Di samping itu, pertahanan AC Milan juga mendapatkan sorotan tersendiri. Walau kebobolan satu gol, mereka dinilai tampil cukup solid dalam menghadapi serangan-serangan yang dilancarkan oleh Genoa. Kiper Gianluigi Donnarumma harus bekerja ekstra keras menjaga gawangnya dari gempuran lawan. Dukungan dari lini lagi juga masuk dalam penilaian Allegri. Ia merasa ritme permainan timnya agak tersendat dan harus segera diperbaiki dalam laga berikutnya.
Dengan hasil imbang ini, AC Milan tetap berusaha mengejar ketertinggalan mereka dari rival sekotanya, Inter Milan. Posisi mereka memang belum aman, tetapi semangat dan kemampuan buat bangkit di lagi tekanan yang mereka tunjukkan membikin Milan tetap jadi salah satu tim yang diperhitungkan dalam perburuan gelar. Kompetisi masih panjang, dan seperti yang diungkapkan oleh gelandang Juventus, Adrien Rabiot, “Kompetisi baru akan selesai di bulan Mei,” sehingga semua tim masih mempunyai peluang buat membalikkan keadaan.
Laga selanjutnya tentu akan jadi ajang verifikasi bagi AC Milan, bagus dalam strategi, ketajaman para penyerang, maupun soliditas pertahanan. Para penggemar menantikan bagaimana tim kesayangan mereka akan menjawab tantangan demi tantangan dalam perjalanan panjang menuju akhir musim.




