
SUKABOGOR.com – Dalam sebuah laporan yang sedikit berbeda dari biasanya, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bogor dikejutkan dengan permintaan yang tak biasa dari seorang bocah mini. Tim pemadam kebakaran ini, yang kerap berhadapan dengan berbagai situasi darurat, kali ini dihadapkan dengan permintaan penuh kasih sayang dari seorang anak yang menangis. Insiden tersebut terjadi di Kecamatan Ciomas, Bogor, pada Jumat, 9 Januari 2026. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bogor, Yudi Santosa, berbagi cerita tentang momen unik ini.
Interaksi di Lagi Tugas Berat
Bagi sebagian akbar manusia, peran petugas pemadam kebakaran identik dengan memadamkan api serta penyelamatan dalam situasi berbahaya. Tetapi, kejadian ini memberikan sudut pandang baru tentang bagaimana mereka berinteraksi dengan masyarakat. “Kami selalu siap untuk melayani dan membantu masyarakat, bilaman pun diperlukan,” ungkap Yudi Santosa. Pada pagi yang normal di hari Jumat tersebut, situasinya berubah saat tim menerima laporan dari warga sekitar tentang seorang anak yang sangat mau berenang di sebuah kolam karet yang hampa.
Tim pemadam kebakaran, yang dipimpin oleh kepala dinas Yudi Santosa, segera merespons panggilan ini. Meskipun bukan keadaan darurat tradisional, tim tersebut menyadari pentingnya tindakan mini buat komunitas mereka. Sesampainya di letak, mereka disambut dengan senyuman dan antusiasme dari sang bocah dan keluarganya. Tindakan ini juga menjadi refleksi dari kedekatan hubungan antara petugas dan masyarakat yang dilayani. “Ini adalah interaksi yang mengingatkan kita bahwa tugas kami jauh lebih luas daripada sekadar memadamkan api,” tambah Yudi.
Tugas yang Sarat Arti
Dengan memahami keinginan ikhlas dari si bocah, tim pemadam kebakaran memutuskan buat memenuhi permintaan tersebut dengan cara terbaik yang mereka bisa. Dengan menggunakan peralatan yang ada, mereka mengisi kolam karet tersebut dengan air. Tak lama kemudian, tawa dan keceriaan anak tersebut menjadi sorotan utama di lingkungan sekitar. “Kami sangat bahagia mampu memberikan kebahagiaan kecil kepada anak tersebut dan keluarganya. Terkadang, pelayanan kami juga mencakup hal-hal yang tak terduga seperti ini,” jelas Yudi Santosa sembari tersenyum.
Cara yang dilakukan tim Damkar ini menunjukkan bahwa kehadiran mereka di masyarakat tak cuma sebatas pada situasi darurat tapi juga mencerminkan semangat solidaritas serta pendekatan humanis terhadap tugas mereka. Efek dari tindakan kecil ini terasa tiba kepada banyak manusia, di mana tetangga dan penduduk sekeliling turut merasa terharu memandang aksi damai dan ramah dari para pejuang api tersebut. Momen ini diabadikan oleh beberapa warga melalui foto dan video yang segera menjadi viral di media sosial, mendapat tanggapan positif dan pujian dari banyak pihak yang menghargai aksi kemanusiaan ini.
Sebagai penutup, kejadian hari itu di Ciomas adalah salah satu dari contoh-contoh luar biasa yang menunjukkan betapa terlibatnya petugas pelayanan publik dalam sisi kehidupan kemasyarakatan yang lebih luas. Dengan terus mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, harapannya tindakan ini mampu memperkukuh kepercayaan masyarakat terhadap instansi pemerintah dan saling menguatkan jalinan kebersamaan di daerah Kabupaten Bogor. Melalui peristiwa ini, kita diingatkan kembali bahwa kebaikan-kebaikan mini dalam berinteraksi dengan sesama mampu menciptakan akibat positif yang berkelanjutan bagi komunitas kita.




