
SUKABOGOR.com – Kondisi jalan yang menghubungkan ke Desa Dandang Kecamatan Cisauk, Tangerang melalui Jalan Raya Maloko, Cicangkal – Legok di Kampung Malahpar RT 07 RW 05, Desa Sukamulya, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor memang sangat memprihatinkan. Jalan yang sudah lamban menjadi akses utama ini kini menjadi tantangan tersendiri bagi pengendara yang melintas. Permukaan badan jalan dipenuhi bebatuan licin dan tajam, serta berlubang-lubang yang kerap kali tergenang air, membentuk kubangan yang menyulitkan pengguna jalan. Kerusakan jalan ini sebenarnya telah berlangsung selama bertahun-tahun, namun hingga kini belum ada tindakan berarti buat memperbaikinya.
Kerusakan Jalan yang Tak Kunjung Diperbaiki
Kerusakan jalan yang tak kunjung diperbaiki ini tentu menjadi keluhan utama penduduk sekeliling dan pengguna jalan lainnya. Mereka merasa diabaikan oleh pihak yang berkewajiban melakukan pemugaran jalan. Seorang pengguna jalan yang sering melintas wilayah ini mengatakan, “Setiap kali hujan, jalan ini seperti sungai kecil dengan batu besar dan lubang yang dalam. Ini benar-benar membahayakan, terutama bagi pengendara motor.”
Bahaya fisik dari jalan yang rusak ini bukan hanya ancaman konkret bagi kendaraan, namun juga bagi keselamatan pengendara. Kondisi jalan yang licin dan berlubang dapat menyebabkan kecelakaan fatal dan tentu saja merusak kendaraan lebih cepat dari biasanya. Kendala akses ini juga memperlambat mobilitas masyarakat yang setiap harinya harus melewati jalur ini untuk aktivitas ekonomi dan sosial.
Asa Warga dan Tantangan Ke Depan
Asa penduduk akan adanya perbaikan segera pada jalan ini sangatlah tinggi. Mereka berharap pemerintah setempat segera menindaklanjuti keluhan ini dengan tindakan konkret. “Kami sudah sangat capai dengan jalan yang mengerikan ini. Setiap hari kami harus menghadapi risiko besar hanya untuk pergi bekerja atau bersekolah,” ungkap salah seorang penduduk Desa Sukamulya.
Tetapi, tantangan dalam perbaikan jalan ini tak hanya berhenti pada masalah teknis. Eksis juga segi birokrasi yang harus dilewati, di mana anggaran dan rencana perbaikan yang harus mendapat persetujuan dari berbagai pihak terkait. Terlebih lagi, kondisi geografis dan cuaca yang tidak menentu mampu menjadi tantangan dalam proses pemugaran.
Yang menjadi pertanyaan besar adalah tiba kapan kondisi ini akan berlangsung dan seberapa lambat lagi penduduk harus bersabar. Maka dari itu, kolaborasi antara pemerintah, pihak swasta, dan masyarakat sekeliling sangatlah diperlukan untuk menyelesaikan masalah ini. Cuma dengan sinergi seutuhnya, permasalahan akses jalan rusak ini bisa teratasi dengan bagus dan bisa memberikan kenyamanan kembali kepada seluruh pengguna jalan.



