SUKABOGOR.com –
Kronologi Kebakaran di Kandang Ayam
Masyarakat Kampung Parung Areuy, Desa Karihkil, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor, dikejutkan dengan insiden kebakaran seru yang melanda kandang ayam milik PT. Sreeya Sewu Tbk pada Sabtu, 2 Mei 2026. Peristiwa nahas ini terjadi sekitar pukul 10.29 WIB, sebagaimana yang dikonfirmasi oleh Kapolsek Parung, Kompol Maman Firmansyah. Beliau menyatakan, “Iya terjadi kebakaran pada salah satu kandang ayam di daerah Ciseeng yang disebabkan…”. Kejadian ini menyorot perhatian warga dan membuat suasana sekeliling menjadi mencekam.
Menurut informasi di lapangan, kebakaran yang meliputi kandang ayam bertingkat tiga tersebut, memakan korban sebanyak 150 ribu ekor ayam yang mati terpanggang. Situasi ini menimbulkan kerugian materi yang sangat akbar bagi PT. Sreeya Sewu Tbk, serta menambah trauma bagi masyarakat sekitar yang turut merasakan dampaknya. Suhu udara yang panas efek kobaran api yang membumbung tinggi, membuat evakuasi menjadi sulit dilakukan dengan lekas. Tim pemadam kebakaran yang dikerahkan harus bekerja ekstra keras untuk menjinakkan api agar tidak menjalar ke area lain.
Dampak Ekonomi dan Lingkungan
Kebakaran ini tidak cuma mengakibatkan kerugian materi semata, namun juga mempengaruhi ekonomi warga sekitar, terutama para pekerja yang menggantungkan hayati dari aktivitas perternakan ini. Kehilangan ratusan ribu ekor ayam tentu berdampak signifikan terhadap produksi dan distribusi ayam yang selama ini menjadi komoditas krusial bagi PT. Sreeya Sewu Tbk. Kompol Maman Firmansyah juga menuturkan bagaimana pihak perusahaan harus segera mengambil cara penyikapan untuk mengatasi dampak-dampak lanjutan yang muncul akibat insiden ini.
Di sisi lain, akibat lingkungan juga menjadi perhatian penting dalam kejadian ini. Asap tebal yang dihasilkan dari pembakaran kandang dan sisa-sisa konstruksi dapat menimbulkan polusi udara dan menurunkan kualitas lingkungan sekitar. Selain itu, bau tidak sedap yang ditimbulkan dari proses pembakaran turut mengganggu kenyamanan warga. Pihak berwenang setempat diharapkan bisa bekerja sama dengan departemen lingkungan hayati untuk melakukan pemulihan dan pencegahan agar insiden serupa tidak terulang di masa depan.
Dalam jangka panjang, insiden kebakaran ini menjadi pembelajaran bagi seluruh pihak buat menerapkan standar keamanan yang lebih ketat dan memperkuat sistem supervisi di fasilitas pengelolaan ternak. Analisis mendalam terkait penyebab kebakaran statis harus dilakukan buat mengevaluasi langkah apa yang mampu diambil di masa yang akan datang pakai menghindari kejadian serupa. Pendekatan preventif lainnya juga dapat diimplementasikan seperti peningkatan pelatihan keselamatan kerja buat semua karyawan.


