.jpg)
SUKABOGOR.com – Warta terbaru hadir dari Kabupaten Bogor. Sudrajat, seorang penjual es gabus yang sehari-hari berdagang di Desa Rawa Panjang, Kecamatan Bojonggede, mendadak mendapatkan perhatian dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, atau yang akrab disapa KDM. Tidak disangka, setelah mengalami insiden tak menyenangkan dengan oknum aparat, Sudrajat langsung dipanggil buat berjumpa sang gubernur. Pertemuan ini syahdan bertujuan buat mendengar langsung penjelasan dari korban mengenai kejadian yang menimpanya, serta untuk memberikan dukungan moral dan advokasi hukum jika diperlukan.
Insiden Kekerasan yang Tidak Disangka
Sudrajat, yang setiap harinya mengenakan gerobak es gabus berwarna-warni khas miliknya, tidak pernah membayangkan bahwa dirinya akan menjadi korban kekerasan oleh oknum aparat. Kejadian ini menarik simpati masyarakat, terutama setelah berita tersebut beredar luas di berbagai media sosial dan portal berita. Sudrajat, dengan nada bicara yang masih terdengar lemah, menceritakan kronologi kejadian yang menimpa dirinya saat ditemui di kediamannya pada Selasa malam tanggal 27 Januari 2026.
“Saya tak mengerti kenapa harus mengalami ini. Saat kejadian, aku hanya ingin melanjutkan aktivitas berdagang seperti biasa,” ujarnya dengan raut paras yang tetap menampakkan rasa trauma. Walaupun demikian, dukungan dari masyarakat sekeliling yang mengenalnya sebagai sosok yang ramah dan ulet dalam bekerja, membikin Sudrajat sedikit tenang. Bantuan dan perhatian yang ia dapatkan bukan cuma datang dari penduduk, tetapi juga dari pemerintah yang langsung merespons kejadian tersebut dengan lekas.
Pertemuan dengan Gubernur, Harapan Baru Bagi Korban
Pertemuan dengan Gubernur Dedi Mulyadi menjadi titik cerah bagi Sudrajat di tengah suasana mencekam yang menimpanya. Kepedulian yang ditunjukkan oleh gubernur ini menjadi sinyal bahwa kasus kekerasan ini akan mendapatkan penanganan yang serius. “Iya besok (Rabu),” ungkap Sudrajat sambil mengangkat kepala, menggambarkan harapannya akan adanya penyelesaian yang adil dan bijaksana dari pihak pemerintah.
Gubernur, melalui perwakilannya, menegaskan bahwa pertemuan tersebut bukan cuma sekadar bentuk perhatian, tetapi juga komitmen pemerintah buat melindungi hak-hak warga dan menindak tegas oknum aparat yang terlibat. Pertemuan yang direncanakan tersebut juga memungkinkan Sudrajat buat memperoleh akses advokasi hukum yang lebih bagus, agar kasusnya dapat diproses secara hukum sinkron dengan aturan yang berlaku.
Di tengah polemik yang berlarut-larut, Sudrajat berharap agar kejadian serupa tak menimpa orang lain. “Ini pelajaran untuk kita seluruh. Aku berharap keadilan mampu ditegakkan agar tak ada tengah korban seperti saya,” katanya penuh harap. Dukungan dari pihak keluarga serta masyarakat sekitar memberikannya kekuatan untuk bertahan dan melanjutkan hidupnya, meskipun cobaan berat sedang melanda.
Melalui berita ini, diharapkan publik mampu semakin menyadari pentingnya peran serta masyarakat dalam menegakkan keadilan dan mendukung korban kekerasan. Respons cepat dari pemerintah dan perhatian masyarakat menunjukkan bahwa setiap warga milik hak untuk dilindungi oleh negara, tanpa terkecuali. Sudrajat, dengan segala keterbatasan yang dimilikinya, menjadi simbol perjuangan buat mendapatkan keadilan di lagi era yang semakin modern ini.



