SUKABOGOR.com – Dalam semangat merayakan 10 Muharram 1447 H, RW 07 Desa Gunungsari menyelenggarakan acara “Sereun Taun Mapak Taun” dengan tema “Semangat Muharam dalam budaya Sunda merawat budaya, menebar kebaikan memuliakan anak yatim dan meraih keberkahan”. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara RW 07, pemerintah Desa Gunungsari, dan Karang Taruna Gunung Sari (Katar). Acara ini bertujuan buat melestarikan budaya Sunda melalui serangkaian kegiatan adat seperti upacara adat Sunda, Festival Dondang, dan Festival Tumpeng.
Perayaan dengan Upacara Adat Sunda
Kegiatan yang digelar di Desa Gunungsari ini dimeriahkan dengan berbagai upacara adat Sunda yang menarik. Upacara adat ini merupakan simbol dari kekayaan budaya Sunda yang terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda. Masyarakat setempat turut berpartisipasi dalam acara ini yang diwarnai dengan berbagai kegiatan budaya. Festival Dondang dan Festival Tumpeng menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung, di mana mereka dapat menikmati dan belajar mengenai kebudayaan Sunda yang autentik.
Menebar Kebaikan dan Memuliakan Anak Yatim
Dalam rangkaian acara tersebut, tak ketinggalan kegiatan yang diperuntukkan bagi anak-anak yatim. “Semangat Muharam dalam budaya Sunda merawat budaya, menebar kebaikan memuliakan anak yatim dan meraih keberkahan” menjadi motivasi primer dalam acara ini. Anak-anak yatim di sekeliling Desa Gunungsari mendapatkan perhatian spesifik, di mana penyelenggara acara berusaha untuk memuliakan mereka dan memberikan kebahagiaan serta keberkahan. Hal ini menjadi salah satu cara positif dalam menjadikan budaya Sunda sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari yang bermanfaat bagi masyarakat.



