
SUKABOGOR.com – Sebuah kecelakaan homogen yang melibatkan truk tronton menabrak sebuah toko suku cadang motor mengguncang kawasan Jalan Raya Jakarta-Bogor di Kelurahan Cirimekar, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor pada Kamis dini hari, 5 Februari 2026. Menurut pernyataan dari Plt Kanit Gakkum Satlantas Polres Bogor, Ipda Ares Rahman, insiden malang ini terjadi sekeliling pukul 03.50 WIB. Dalam pernyataannya, Ipda Ares Rahman menjelaskan bahwa kecelakaan ini diawali oleh hilangnya fokus sopir truk saat melintasi ruas jalan tersebut.
Penyebab Kecelakaan dan Kondisi Sopir
Menurut Ipda Ares Rahman, kecelakaan itu diduga terjadi karena sopir truk tronton tersebut kehilangan fokus saat mengemudi. “Kehilangan fokus adalah penyebab primer di balik kecelakaan ini,” ungkap Ipda Ares. Banyak unsur yang mampu menyebabkan kehilangan konsentrasi saat mengemudi, antara lain kelelahan, penggunaan ponsel, atau bahkan pengaruh zat tertentu. Namun, hingga ketika ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih terus untuk memastikan penyebab niscaya dari kejadian ini. Sopir truk tronton, yang ketika itu sendirian di dalam kendaraan, mengalami luka-luka dan segera dilarikan ke rumah ngilu terdekat buat mendapatkan perawatan medis lebih lanjut. Beberapa saksi mata yang berada di sekitar letak kejadian sempat menyatakan bahwa mereka melihat truk dinamis tidak konsisten sebelum akhirnya menabrak toko etnis cadang tersebut.
Pada kecelakaan ini, beruntung tak eksis korban jiwa yang dilaporkan. Meski demikian, efek dari kecelakaan ini cukup signifikan bagi pemilik toko suku cadang motor yang ditabrak truk. “Kami sangat bersyukur tak eksis korban jiwa dalam insiden ini, tetapi kerugian materiil yang dialami pemilik toko jernih tak sedikit,” tambahnya. Kondisi toko mengalami kerusakan parah akibat hantaman keras dari truk yang melaju dengan kecepatan cukup tinggi.
Tindak Lanjut dan Cara Preventif
Pasca kejadian, pihak berwenang setempat, khususnya dari jajaran Polres Bogor, langsung terjun ke lokasi buat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi di sekeliling letak. Ipda Ares Rahman menegaskan bahwa pihaknya akan mendalami lebih terus terkait aspek kelayakan operasional kendaraan serta latar belakang kesehatan dan psikologis dari sopir truk buat mengetahui penyebab niscaya dari hilangnya konsentrasi ketika berkendara. “Kelalaian sekecil apapun dalam menjaga konsentrasi saat mengemudi bisa berakibat fatal. Ini yang harus menjadi perhatian primer para sopir, khususnya mereka yang mengemudikan kendaraan besar,” tambah Ipda Ares.
Kecelakaan ini sekali lagi menyoroti pentingnya menjaga konsentrasi penuh ketika mengemudi, terutama bagi pengemudi kendaraan berat yang mempunyai potensi bahaya lebih tinggi. Ipda Ares menekankan pentingnya peningkatan pencerahan dan disiplin berlalu lintas di kalangan masyarakat. “Kesadaran dan disiplin berlalu lintas adalah kunci primer untuk meminimalisir kecelakaan,” tegasnya. Melalui kejadian ini, dihimbau agar para pengendara selalu mengedepankan keselamatan, memastikan kondisi fisik dan mental yang prima sebelum berkendara, serta memahami dan mematuhi peraturan kemudian lintas dengan baik. Kejadian ini juga diharapkan dapat menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya fokus dan kehati-hatian di jalan raya, tak cuma bagi pengemudi kendaraan besar, tetapi bagi seluruh pengguna jalan.


