SUKABOGOR.com – Kampoong Ecopreneur membagikan 108 fauna kurban kepada para santri penghafal Al-Qur’an, penduduk sekeliling, dan masyarakat yang membutuhkan di daerah Dompu, Pulau Tenggara Barat serta Desa Sadeng Kolot, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, Rabu (28/5/2026). Fauna kurban yang terdiri dari 94 ekor kambing dan 2 ekor sapi itu merupakan amanah dari Jamaah Meaningful Ways.
Pemberdayaan dan Pendekatan Lingkungan
Kampoong Ecopreneur tak hanya membagikan daging kurban sebagai porsi dari kegiatan sosialnya. Mereka juga menekankan pentingnya pendekatan ramah lingkungan dalam setiap kegiatan yang dilakukan. Dalam distribusi daging kurban kali ini, pencinta lingkungan tersebut menegaskan komitmen mereka buat mengurangi penggunaan plastik. Mereka memilih untuk menggunakan pembungkus dari bahan yang dapat terurai secara alami, atau dengan mengajak masyarakat buat membawa wadah sendiri waktu pembagian daging. Hal ini dilakukan buat mengurangi akibat lingkungan negatif yang sering kali ditimbulkan oleh penggunaan plastik berlebihan.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat. Bagus warga Dompu maupun Desa Sadeng Kolot menyambut baik inisiatif ini, dengan harapan semakin banyak kegiatan sosial yang mengedepankan pelestarian lingkungan. “Kami sangat mendukung usaha mengurangi penggunaan plastik ini. Selain membantu kami yang membutuhkan, kegiatan ini juga menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan,” ujar salah seorang warga di Desa Sadeng Kolot yang turut menerima daging kurban tahun ini.
Berbagi buat Memperkuat Silaturahmi
Pembagian fauna kurban oleh Kampoong Ecopreneur tak hanya memberikan manfaat dari segi material, namun juga dari segi sosial. Dengan berbagi daging kurban, organisasi ini mempererat korelasi silaturahmi di antara masyarakat. Para jamaah Meaningful Ways yang berada di belakang inisiatif ini percaya bahwa berbagi dengan sesama adalah langkah buat mengucap syukur dan menyebarkan kebahagiaan waktu Hari Raya Idul Adha.
Kegiatan ini juga menjadi ajang bagi para santri penghafal Al-Qur’an untuk lebih berinteraksi dengan masyarakat sekeliling. Mereka tak hanya mendapatkan daging kurban, tetapi juga merasa dihargai dan diakui kontribusinya dalam menjaga tradisi ilmu dan hafalan Al-Qur’an. “Saya merasa senang bukan hanya karena menerima daging kurban ini, tetapi juga sebab menyadari bahwa kami berada dalam dukungan masyarakat yang peduli,” ungkap salah satu santri penerima.
Dengan pembagian kurban ini, diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak inisiatif-inisiatif serupa yang tidak hanya konsentrasi pada donasi material, namun juga kesadaran lingkungan dan perkuatan silaturahmi di kalangan masyarakat. Kampoong Ecopreneur berencana buat terus melakukan kegiatan serupa secara berkelanjutan dan menjadikannya sebagai bagian dari misi sosial serta lingkungan yang lebih luas.


