SUKABOGOR.com – Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, secara tegas mengimbau kepada seluruh masyarakat kota Bogor buat lebih aktif dan tak tinggal diam apabila mendapati adanya praktik pungutan liar (pungli) di pasar-pasar tradisional. Imbauan ini muncul seiring dengan meningkatnya keluhan dan laporan dari masyarakat mengenai pungli di pasar, namun seringkali laporan tersebut tidak disertai dengan bukti yang cukup untuk ditindaklanjuti.
Ajakan buat Memerangi Pungli
Jenal Mutaqin atau yang akrab disapa JM, menyatakan bahwa partisipasi aktif masyarakat dalam memantau dan melaporkan pungli sangat krusial. Ia memberikan arahan agar masyarakat berani merekam tindakan pungli tersebut dan melaporkannya kepada pihak berwenang. “Kami membutuhkan bukti yang kuat agar setiap laporan bisa kami tindaklanjuti dengan cepat dan tepat,” ujar JM. Ia menegaskan bahwa bentuk partisipasi ini akan sangat membantu pemerintah wilayah dalam memerangi praktik pungli secara lebih efektif.
Wakil Wali Kota berupaya menciptakan lingkungan pasar yang lebih suci dari pungli dan menekankan pentingnya transparansi serta keadilan dalam kegiatan ekonomi di pasar tradisional. Dalam pernyataannya, JM mengatakan bahwa sudah saatnya warga tidak hanya mengandalkan aparat buat menindak pungli, namun juga mengambil langkah proaktif dengan memanfaatkan teknologi, seperti merekam video atau foto. “Dengan adanya bukti yang jernih, proses penindakan akan lebih mudah dan cepat,” tambahnya.
Insentif bagi Pelapor
Buat mendorong lebih banyak penduduk agar berani melaporkan kasus pungli, pemerintah kota Bogor di bawah pimpinan Jenal Mutaqin telah menyiapkan insentif khusus. Masyarakat yang berhasil mengumpulkan bukti pungli dan melaporkannya akan mendapatkan hadiah duit tunai sebesar Rp500 ribu. Ini diharapkan menjadi motivasi tambahan bagi masyarakat buat turut serta menjaga kebersihan dan ketertiban di lingkungan pasar mereka. “Kami percaya, dengan adanya insentif ini, masyarakat akan lebih bersemangat dalam melaporkan tindakan pungli,” imbuh JM.
Dengan kebijakan ini, Wakil Wali Kota berharap tak eksis lagi masyarakat yang merasa segan atau takut melaporkan pungli dengan dalih tidak ada manfaat langsung yang diperoleh dari melaporkan hal tersebut. JM juga memastikan bahwa identitas pelapor akan dirahasiakan demi keamanan dan kenyamanan warga. “Kami mau memastikan bahwa setiap penduduk dapat melapor tanpa merasa khawatir akan adanya ancaman atau intimidasi,” jelasnya.
Inisiatif ini diharapkan dapat mengubah budaya tenang atau apatis masyarakat menjadi lebih berani dan terbuka dalam menyampaikan keluhan atau laporan terkait masalah pungli. Jenal Mutaqin dengan optimis yakin, kalau masyarakat dan pemerintah bekerjasama dalam mengatasi masalah ini, lingkungan pasar tradisional di Bogor dapat menjadi lebih bersih dan bebas dari pungli.
Pendekatan ini bukan cuma untuk menciptakan ketertiban, namun juga buat menaikkan pendapatan orisinil wilayah (PAD) melalui aktivitas ekonomi yang lebih jujur dan transparan. Semakin banyak kasus pungli yang berhasil diungkap, maka citra pasar tradisional pun akan semakin membaik di mata masyarakat luas. Terlebih lagi, hal ini dapat memberikan rasa aman dan nyaman kepada para pedagang dan pembeli dalam melakukan transaksi sehari-hari.


