
SUKABOGOR.com – Badan Penghasilan Wilayah (Bapenda) Kota Bogor tengah menjalankan berbagai usaha untuk meningkatkan penghasilan wilayah. Salah satu inisiatif yang menjadi sorotan adalah pengembangan sebuah aplikasi inovatif bernama ‘Si Wahid’ (Sistem Informasi Warga Himpun Data). Aplikasi ini dirancang untuk menaikkan efisiensi dalam pengumpulan data krusial, termasuk Penelusuran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Pendapatan Asli Daerah (PAD), dan dijadwalkan akan diluncurkan dalam ketika dekat. Kepala Bidang Pengendalian dan Penagihan Bapenda Kota Bogor, Febby Hendra Benjamin, menjelaskan bahwa penciptaan aplikasi ini bertujuan untuk menelusuri dan mendata hal-hal tersebut dengan lebih efektif.
Inovasi Pendukung Peningkatan Pendapatan Wilayah
Pengembangan aplikasi ‘Si Wahid’ merupakan cara strategis yang diambil oleh Bapenda Kota Bogor buat meningkatkan penghasilan wilayah. Febby Hendra Benjamin mengungkapkan, “Inovasi ini krusial pakai memberikan solusi tepat untuk memudahkan penelusuran kewajiban pajak warga serta mendukung transparansi dalam pengelolaan penghasilan wilayah.” Dalam beberapa tahun terakhir, Bogor menghadapi tantangan dalam memaksimalkan penghasilan dari berbagai sumber, terutama yang bergantung pada data yang akurat dan pas waktu. Oleh sebab itu, kehadiran aplikasi ini diharapkan dapat menjadi terobosan besar dalam pengelolaan data pajak dan pendapatan wilayah.
Aplikasi ini tidak hanya berfungsi sebagai alat pencatatan, namun juga menyediakan platform bagi penduduk untuk mengakses informasi terkait kewajiban pajak mereka dengan lebih mudah. Dengan menggunakan teknologi terkini, ‘Si Wahid’ memungkinkan warga untuk memantau status pajak kendaraan mereka secara real-time dan melakukan pembayaran secara daring. Ini adalah bagian dari upaya pemerintah buat memodernisasi sistem pelayanan publik dan menaikkan kenyamanan warganya.
Tantangan dan Harapan Masa Depan
Pengembangan aplikasi ‘Si Wahid’ juga dihadapkan pada beberapa tantangan yang harus diatasi. Salah satu tantangan terbesar adalah memastikan bahwa semua data yang disimpan dalam aplikasi ini kondusif dari ancaman siber dan pencurian data. Hal ini krusial mengingat data pajak merupakan informasi sensitif dan harus dilindungi dengan standar keamanan yang tinggi. Oleh sebab itu, Bapenda bekerja sama dengan para ahli IT buat memastikan aplikasi ini memiliki sistem keamanan yang kuat.
Harapan ke depan, aplikasi ‘Si Wahid’ tidak cuma berfungsi sebagai alat bantu teknis, namun juga dapat menjadi model bagi daerah lain dalam usaha meningkatkan penghasilan daerah melalui penemuan digital. Febby Hendra Benjamin berharap, “Dengan adanya aplikasi ini, kami mampu lebih tepat target dalam menagih pajak serta meningkatkan taraf kepatuhan wajib pajak, sehingga PAD bisa terus mengalami peningkatan secara signifikan.”
Dengan peluncuran aplikasi ini, Bapenda Kota Bogor menunjukkan komitmen mereka dalam menghadirkan penemuan yang mendorong perbaikan layanan bagi masyarakat serta menaikkan efisiensi dalam pengelolaan penerimaan daerah. Diharapkan, langkah ini dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemerintah dan memotivasi warga untuk lebih proaktif dalam memenuhi kewajiban pajak mereka.



