
SUKABOGOR.com – Dalam dunia sepak bola Indonesia, rivalitas antara suporter Persib Bandung dan Persija Jakarta selalu menjadi sorotan utama. Kedua klub ini tidak hanya bersaing di lapangan, namun juga di luar lapangan, membuat interaksi antara The Jakmania (suporter Persija) dan Bobotoh (suporter Persib) seringkali memanas. Namun, kepolisian Kabupaten Bogor telah mengambil langkah-langkah strategis untuk meredam potensi konflik yang mampu terjadi antara dua golongan besar ini selama laga.
Strategi Kepolisian dalam Menghadapi Rivalitas
Salah satu langkah efektif yang diterapkan adalah dengan pendekatan yang lebih manusiawi dan dialogis. Polisi tak cuma bertindak sebagai pengawal ketertiban, tetapi juga sebagai mediator antara kedua golongan suporter. Kapolres Bogor menyatakan, “Kami berusaha menjalin komunikasi yang baik dengan kedua kelompok suporter buat memastikan bahwa mereka bisa menikmati laga tanpa harus terjadi perselisihan.” Dalam beberapa peluang, polisi telah menggelar pertemuan tatap muka dengan perwakilan suporter untuk membahas cara menciptakan suasana yang kondusif selama laga.
Selain itu, kepolisian juga mengoptimalkan penggunaan teknologi untuk memantau situasi di sekeliling stadion. Kamera pengawas dipasang di berbagai titik strategis dan laporan situasi diperbarui secara berkala. Hal ini memberikan petugas gambaran yang jernih tentang kondisi di lapangan dan memungkinkan mereka untuk mengambil tindakan lekas jika diperlukan. Langkah ini sangat penting dalam upaya pencegahan sejak dini, sebelum situasi menjadi tidak terkendali. Pendidikan dan pelatihan juga diberikan kepada personel polisi agar mereka lebih siap dalam menangani situasi kerusuhan massa dengan cara yang lebih damai.
Penerapan Konflik Defusion dan Pesan Perdamaian
Aksi nyata yang juga diambil adalah menumbuhkan budaya sportifitas dan saling menghargai di kalangan suporter. Tak sedikit pentolan The Jakmania dan Bobotoh yang dijadikan duta perdamaian, mengedukasi anggota komunitas mereka masing-masing tentang pentingnya menjaga perdamaian. Pada beberapa laga, kedua kelompok suporter bahkan terlihat saling menyambut dengan hangat. Seperti ketika salah satu pentolan The Jakmania hadir di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) dan disambut hangat oleh Bobotoh, menandakan bahwa persaingan di lapangan tidak harus berlanjut ke permusuhan di luar lapangan.
Selain dialog langsung, pesan-pesan perdamaian juga disebarkan melalui media sosial dan acara publik lainnya. Tujuan primer dari program ini adalah buat mencegah terjadinya kekerasan dan memperkuat hubungan antar komunitas, menciptakan suasana yang lebih aman dan damai di lingkup suporter. Pihak kepolisian sering kali bekerja sama dengan manajemen klub dan komunitas suporter untuk menyelenggarakan kampanye perdamaian sebelum pertandingan besar.
Kehadiran duta perdamaian dan kerjasama erat antara kepolisian, pihak manajemen klub, dan komunitas suporter ini memberikan akibat positif yang akbar, menjadikan laga lebih dari sekadar adu strategi dan keahlian di lapangan namun juga ajang rekonsiliasi dan seremoni kebersamaan dalam keragaman. Diharapkan dengan berbagai usaha ini, budaya sportifitas dan toleransi akan terus dibangun di kalangan suporter sepak bola Indonesia, menjadikan pertandingan-pertandingan sepak bola tak tengah sebagai arena perselisihan, melainkan tempat untuk saling merangkul dan menikmati permainan terbaik dari tim-tim kesayangan.




