SUKABOGOR.com – Reses Masa Sidang Tiga DPRD Kabupaten Bogor dilaksanakan di Kantor Kecamatan Parungpanjang pada Rabu, 15 Juli 2026, menjadi momen krusial bagi wakil rakyat dari Wilayah Pemilihan V buat mendengarkan dan menampung majemuk aspirasi masyarakat. Acara yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara, ini menyoroti berbagai isu krusial yang kerap dihadapi oleh masyarakat, mulai dari permasalahan kesehatan hingga infrastruktur. Dalam sambutannya, Sastra Winara menekankan pentingnya reses sebagai wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan keluh kesah dan harapan mereka kepada pemerintah wilayah.
Kesehatan dan Infrastruktur Menjadi Sorotan Utama
Pada sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif, sejumlah perwakilan masyarakat menyampaikan kekhawatiran mereka mengenai keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan di daerah tersebut. “Kami berharap pemerintah lebih memperhatikan fasilitas kesehatan yang eksis, sebab statis banyak warga yang kesulitan mendapatkan pelayanan prima,” ujar salah satu penduduk. Tak cuma itu, infrastruktur yang memadai juga menjadi asa masyarakat Parungpanjang. Banyak warga mengeluhkan kondisi jalan yang statis jauh dari kata pantas, serta minimnya wahana dan prasana umum lainnya. Sastra Winara menanggapi dengan memastikan bahwa aspirasi tersebut akan dikaji dan dijadikan prioritas dalam program pembangunan wilayah.
Langkah Konkret DPRD buat Menjawab Aspirasi
Menanggapi aneka ragam aspirasi tersebut, anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Daerah Pemilihan V berkomitmen buat segera membawa isu-isu tersebut ke tingkat pembahasan yang lebih terus. “Kami akan berupaya semaksimal mungkin agar semua aspirasi yang disampaikan dapat direalisasikan,” kata Sastra Winara. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah wilayah pakai mewujudkan peningkatan kualitas hidup. Dengan adanya dukungan dan pengawasan dari seluruh elemen masyarakat, diharapkan langkah-langkah nyata dapat segera terwujud dalam saat dekat. Masyarakat pun berharap, kehadiran wakil rakyat dalam reses kali ini tidak sekadar menjadi formalitas, melainkan sebuah titik awal dari perubahan positif yang dinanti-nantikan.


