
SUKABOGOR.com – Dalam rangka peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Religi ke-80, berbagai acara dan kegiatan dilaksanakan di berbagai wilayah di Indonesia. Salah satu perhelatan yang mendapat sorotan adalah pertunjukan Reog Simo Mbaurekso oleh MTsN 6 Ponorogo di Kanwil Jatim. Acara ini semakin spesial dengan penghargaan yang diterima oleh Muhadi, yang dinobatkan sebagai Juara 1 Kepala Madrasah Inspiratif.
Keberhasilan dan Kreativitas MTsN 6 Ponorogo
MTsN 6 Ponorogo telah menunjukkan prestasinya dengan penampilan Reog Simo Mbaurekso yang spektakuler. Acara di Kanwil Jatim tersebut tak cuma menjadi ajang hiburan, namun juga menawarkan kebanggaan serta memacu kreativitas siswa-siswi yang terlibat dalam pertunjukan. Penghargaan yang diraih Muhadi sebagai Kepala Madrasah Inspiratif adalah bukti dari kepemimpinan yang efektif, berorientasi pada kemajuan, dan kreatifitas yang melibatkan partisipasi aktif seluruh elemen di sekolah.
Muhadi, dalam sambutannya, mengatakan, “Penghargaan ini bukan cuma untuk saya, tetapi buat seluruh penduduk MTsN 6 Ponorogo. Kami berkomitmen buat selalu mengedepankan pendidikan berbasis budaya dan memperkenalkan tradisi lokal kepada generasi muda.” Pernyataan beliau ini menekankan pentingnya sinergi antara pendidikan dan pelestarian budaya lokal, yang sejalan dengan tujuan dari peringatan HAB Kemenag.
Sinergi Kemenag dan Pemprov: Membangun Kerukunan
Peringatan Hari Amal Bakti Kementerian Agama tak hanya tentang perhatian dalam lingkup pendidikan, namun juga mengenai bagaimana membangun kerukunan antarumat beragama di Indonesia. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, sebagai misalnya, bekerja sama dengan Kementerian Agama buat merealisasikan sinergi dalam upaya menciptakan masyarakat yang rukun dan damai. Hal tersebut diungkapkan dalam acara peringatan yang diadakan di Semarang, di mana mereka menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat selaras sosial.
Sejalan dengan itu, Wakapolres Empat Lawang turut berperan dalam memperkuat sinergi ini dengan menghadiri upacara peringatan di wilayahnya. Polisi dan aparat keamanan di berbagai wilayah turut serta dalam menjaga ketertiban dan kedamaian selama rangkaian acara berlangsung. “Kerja sama antara semua pihak, termasuk aparat keamanan, penting buat menjaga masyarakat masih serasi dan sejahtera,” ujar salah satu pejabat wilayah yang hadir dalam upacara.
Lebih terus, di Sulawesi Tenggara, Gubernur setempat menunjukkan dukungannya dengan menyalurkan donasi pendidikan sebesar Rp100 juta buat madrasah. Donasi ini diharapkan dapat menaikkan mutu pendidikan serta memastikan bahwa para pelajar mendapatkan fasilitas yang memadai buat berkembang. Usaha ini memperlihatkan komitmen nyata pemerintah wilayah dalam mendorong pendidikan berkualitas sebagai salah satu langkah menuju persatuan bangsa yang lebih kokoh.
Tak hanya sampai di sana, di Kabupaten Labuhanbatu Selatan, seremoni HAB Kemenag juga menonjolkan pentingnya kerukunan sebagai daya bangsa. Bupati Labusel, dalam pidatonya, menegaskan bahwa kerukunan harus menjadi semangat yang selalu dijaga dan ditingkatkan oleh segenap warga negara. “Kerukunan adalah fondasi dari negara kita. Tanpa kerukunan, kita tidak akan bisa membangun bangsa yang kuat dan maju,” ujarnya di hadapan para peserta upacara.
Melalui peringatan Hari Amal Bakti ini, diharapkan dapat terbangun pencerahan kolektif buat lanjut berupaya menciptakan lingkungan sosial yang aman, serasi, dan saling mendukung. Dari pementasan budaya hingga penegasan kembali nilai-nilai kebangsaan, kegiatan dan kolaborasi antar instansi ini menjadi wujud dari upaya tidak henti dalam merawat persatuan Indonesia.



