
SUKABOGOR.com – Kecelakaan lalu lintas kembali memakan korban di Kabupaten Bogor, tepatnya di Jalan Raya Cinangneng, Desa Benteng, Kecamatan Ciampea. Pada Senin malam, 26 Januari 2026, seorang pemotor berinisial N, berusia 26 tahun, mengalami nasib tragis setelah gagal menyalip dan terlindas oleh truk. Kejadian yang berlangsung sekeliling pukul 21.30 WIB ini telah dikonfirmasi oleh Plt Kanit Gakkum Satlantas Polres Bogor, Ipda Ares Rahman. Menurut keterangan Ipda Ares Rahman, peristiwa tersebut bermula saat korban mencoba untuk menyalip kendaraan di depannya di jalan yang mungkin tak aman untuk melakukan manuver tersebut.
Kronologi Kejadian di Jalan Raya Cinangneng
Menurut keterangan yang disampaikan oleh pihak kepolisian, N mengendarai sepeda motor dalam situasi yang mungkin cukup padat dan berisiko. “Kecelakaan itu terjadi saat korban berusaha buat menyalip kendaraan lain,” ujar Ipda Ares Rahman. Sayangnya, niatnya tersebut berujung maut karena sepeda motor yang dikendarainya hilang keseimbangan dan tergelincir ke jalur truk. Posisi korban yang berada terlalu dekat dengan truk menyebabkannya tak sempat menghindar dan akhirnya terlindas oleh kendaraan besar tersebut. Kejadian ini sekali tengah menekankan pentingnya kewaspadaan dan keterampilan pengendara dalam mengemudikan kendaraan di jalan raya yang ramai.
Para saksi mata di lokasi kejadian juga menyampaikan bahwa kondisi jalan ketika itu kurang ideal buat melakukan manuver menyalip, terutama di malam hari, saat visibilitas sangat berkurang. Kecepatan juga menjadi unsur yang sangat memengaruhi keselamatan berlalu lintas. Kecelakaan ini menambah deretan panjang insiden kemudian lintas yang sering terjadi di kawasan Bogor, yang semestinya bisa dihindari dengan lebih menjaga sikap hati-hati dan disiplin di jalan raya.
Upaya Pencegahan Kecelakaan di Masa Depan
Berdasarkan kejadian yang menyedihkan ini, pihak kepolisian menghimbau kepada semua pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor, buat lebih waspada dan berhati-hati saat berkendara, terutama ketika ingin menyalip kendaraan lain. “Kesadaran dan kehati-hatian ketika berkendara sangat krusial buat meminimalkan risiko kecelakaan,” tegas Ipda Ares Rahman. Lebih terus, pengguna sepeda motor diharapkan buat tak memaksakan diri menyalip di lokasi dan ketika yang tak pas.
Sebagai cara antisipatif, mungkin perlu dilakukan sosialisasi dan edukasi lanjutan mengenai tata tertib berlalu lintas. Penggunaan berbagai alat bantu keselamatan seperti helm dan pelindung tubuh harus menjadi kewajiban yang tidak bisa ditawar-tawar tengah oleh setiap pengendara. Selain itu, kondisi sepeda motor juga harus selalu diperiksa secara berkala untuk memastikan kendaraan dalam kondisi prima.
Pihak Dinas Perhubungan perlu bekerja sama dengan kepolisian untuk senantiasa memantau dan meningkatkan infrastruktur jalan raya agar lebih aman untuk dilalui. Ditambah dengan penerangan jalan yang memadai, diharapkan dapat mengurangi kecelakaan yang disebabkan oleh kurangnya visibilitas. Dengan berbagai upaya preventif tersebut, diharapkan insiden serupa tidak terulang kembali, dan pengguna jalan di daerah Bogor mampu merasa lebih kondusif dan nyaman dalam berkendara.



