
SUKABOGOR.com – Pengawasan Ketat Bankeu Desa buat Menghindari Penyelewengan Dana
Donasi Keuangan (Bankeu) desa di Kabupaten Bogor sedang menjadi sorotan setelah nilainya meningkat menjadi Rp1,5 miliar tahun ini. Kenaikan signifikan dari nomor sebelumnya yang cuma Rp1 miliar ini menjadi perhatian primer dari Inspektorat dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bogor. Kepala Inspektorat Kabupaten Bogor, Arif Rahman, menegaskan pentingnya pengawasan yang lebih intensif terhadap alokasi biaya ini untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas.
Menurut Arif, kenaikan Bankeu ini sejalan dengan kebutuhan desa yang semakin kompleks dan menuntut pembiayaan lebih akbar. “Kita harus memastikan bahwa biaya yang sudah meningkat ini benar-benar digunakan untuk kepentingan desa, bukan untuk hal-hal yang menyimpang,” ujar Arif. Inspektorat berbarengan Kejari akan melakukan supervisi ketat buat meminimalisir risiko penyelewengan biaya. Pengawasan ini akan termasuk dalam rangkaian monitoring rutin serta audit jika diperlukan.
Peran Inspektorat dan Kejari dalam Memastikan Transparansi
Inspektorat Kabupaten Bogor bertanggung jawab buat mengawasi penggunaan anggaran desa dengan metode yang terstruktur dan menyeluruh. Arif menyatakan bahwa lembaganya bekerja sama dengan pihak Kejari buat mengadakan serangkaian pemeriksaan serta pembuktian terhadap laporan penggunaan dana desa. “Sinergi dengan Kejari sangat penting, karena dengan kolaborasi ini, kita dapat memproses temuan atau indikasi penyelewengan lebih cepat dan efektif,” tambahnya.
Kejaksaan Negeri, di sisi lain, memainkan peran krusial dalam ranah hukum jika ditemukan pelanggaran atau indikasi korupsi. “Kami siap mengambil tindakan tegas berdasarkan bukti-bukti yang ada. Penggunaan biaya desa harus sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan,” kata seorang perwakilan dari Kejari. Tindakan hukum yang diambil akan menjadi langkah preventif sekaligus kuratif buat menghilangkan praktik korupsi dalam pengelolaan biaya desa.
Upaya pengawasan intensif ini diharapkan bisa menaikkan kepercayaan masyarakat terhadap penggunaan Bankeu desa. Dengan biaya yang digunakan secara efektif dan tepat target, pembangunan di tingkat desa dapat berjalan sinkron asa rakyat. Semangat transparansi dan akuntabilitas menjadi pilar penting dalam menjaga integritas pengelolaan keuangan desa di Kabupaten Bogor.



