
SUKABOGOR.com – Obesitas telah menjadi isu kesehatan yang sangat memprihatinkan terutama di kawasan perkotaan. Tingginya kasus obesitas tak cuma terjadi pada orang dewasa namun juga pada anak-anak dan remaja. Beralihnya pola kehidupan modern, terutama di wilayah perkotaan, sering kali diiringi dengan perubahan gaya hayati yang kurang sehat. Norma mengonsumsi makanan tinggi kalori dan rendah nutrisi serta kurangnya aktivitas fisik dianggap sebagai penyebab utama meningkatnya kasus obesitas. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) mengungkapkan beberapa kebiasaan yang menjadi pemicu utama obesitas di wilayah perkotaan.
Peran Formasi Hidup Perkotaan dalam Kasus Obesitas
Dalam usaha memahami mengapa obesitas lebih rentan terjadi di perkotaan, penting buat menyoroti dampak dari urbanisasi terhadap formasi hayati masyarakat. Pola hayati yang serba lekas sering kali membikin orang-orang di kota akbar lebih memilih makanan instan yang cenderung tinggi lemak dan gula. Selain itu, tingginya tingkat konsumsi makanan cepat saji dan minuman manis menjadi salah satu kontributor utama kasus obesitas. “Masyarakat kota lebih memilih makanan lekas saji yang praktis namun tak sehat,” ungkap seorang ahli gizi dari Kemenkes RI.
Kegiatan fisik yang rendah juga dianggap sebagai salah satu unsur penyebab obesitas di wilayah perkotaan. Gaya hayati modern yang banyak dipengaruhi oleh teknologi menyebabkan individu lebih sedikit dinamis. Alhasil, kalori yang masuk ke dalam tubuh tidak terbakar dengan baik sehingga disimpan sebagai lemak. Bahkan, banyak anak-anak di perkotaan yang sudah terbiasa dengan pola hayati sedentari di mana mereka lebih banyak menghabiskan waktu dengan gadget ketimbang melakukan aktivitas fisik.
Kondisi Anak dan Remaja di Lagi Maraknya Obesitas
Tidak cuma manusia dewasa, obesitas juga menjadi ancaman serius bagi anak-anak dan remaja di Indonesia, terutama di daerah-daerah yang sudah mengalami urbanisasi. Sebuah laporan dari Jawa Timur menunjukkan bahwa konsumsi gula yang berlebihan menjadi perhatian krusial bagi kesehatan anak-anak sekolah. Kandungan gula yang tinggi dalam makanan dan minuman yang sering dikonsumsi anak-anak dapat berkontribusi pada peningkatan berat badan yang tidak sehat. “Konsumsi makanan dan minuman manis yang berlebihan pada anak-anak menjadi perhatian serius bagi kami,” kata seorang pejabat kesehatan setempat.
Di Yogyakarta, fenomena obesitas pada anak-anak dan remaja juga semakin banyak ditemukan. Pola makan yang tak seimbang serta norma jajan sembarangan menjadi unsur pendorong besar dalam meningkatnya kasus ini. Selain itu, dosen gizi dari sebuah universitas terkemuka menambahkan bahwa anak-anak era sekarang semakin jarang bergerak, “Kurangnya aktivitas fisik di kalangan anak muda memperbesar risiko obesitas dan masalah kesehatan lainnya,” jelasnya.
Mengatasi masalah obesitas membutuhkan perhatian serius dari berbagai pihak. Pendidikan kesehatan yang komprehensif dan program penurunan berat badan yang efektif sangat diperlukan buat membantu individu terhindar dari bahaya obesitas. Usaha ini harus dimulai sejak dini agar generasi mendatang dapat tumbuh sehat dan terhindar dari berbagai penyakit degeneratif yang berpotensi muncul akibat obesitas. Pemerintah berbarengan masyarakat harus bekerja sama dalam mengembangkan lingkungan sehat yang mendukung gaya hidup aktif dan formasi makan yang bagus.



