
SUKABOGOR.com – Di lagi pemandangan hijau dan udara sejuk yang memikat, Jalur Puncak di Kabupaten Bogor kembali menjadi perhatian primer dalam pengaturan lalu lintas selama momen long weekend. Polres Bogor telah menerapkan cara strategis dengan kembali memanfaatkan tenaga sukarelawan pengatur kemudian lintas (Supeltas) untuk membantu mengurai kemacetan yang sering terjadi di kawasan wisata ini. Kebijakan ini diambil guna menjamin kelancaran lampau lintas dan kenyamanan para wisatawan yang berkunjung ke Puncak selama libur panjang.
Peningkatan Arus Kemudian Lintas saat Libur Isra Mi’raj
Kapolres Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto, mengungkapkan bahwa cara ini diambil seiring dengan libur Isra Mi’raj yang jatuh pada Jumat, 16 Januari 2026, hingga Minggu, 18 Januari 2026. Dengan jumlah kunjungan yang diperkirakan meningkat signifikan, peran Supeltas menjadi krusial dalam mendukung aparat kepolisian di lapangan. “Sama seperti kemarin ketika libur Natal dan Tahun Baru, kita kembali menggunakan Supeltas buat mengatur arus lampau lintas di jalur Puncak. Ini buat memastikan semua pengendara bisa tiba dengan selamat dan tak terganggu oleh kemacetan yang berlebihan,” ungkap Kapolres Wikha.
Bagi masyarakat sekeliling dan wisatawan, kehadiran Supeltas sudah menjadi sebagian dari strategi rutin yang diapresiasi sebab bisa membantu mempercepat pergerakan kendaraan yang terjebak dalam kemacetan panjang. Dengan pengalamannya, Supeltas mampu membaca situasi di lapangan dan mengarahkan arus kendaraan dengan cepat dan sigap, memberikan rasa kondusif dan nyaman bagi pengguna jalan. Tidak cuma kendaraan pribadi, pengemudi angkutan umum pun merasakan manfaat dari kehadiran para relawan ini, yang seolah menjadi pembawa bagi kendaraan buat menemukan jalur alternatif yang lebih fasih.
Kerjasama dan Kolaborasi di Lapangan
Selain peran Supeltas, kolaborasi antara berbagai pihak di lapangan juga menjadi kunci keberhasilan pengelolaan lampau lintas selama momen long weekend. Aparat kepolisian, petugas dinas perhubungan, serta masyarakat sekitar turut bahu-membahu mengatasi titik kemacetan kritis di sepanjang jalur Puncak. Setiap sudut jalan krusial diawasi dengan ketat, memastikan tidak ada kendaraan yang parkir sembarangan atau aktivitas yang bisa memperlambat laju kendaraan lainnya.
Menurut pengendara yang sering melewati jalur Puncak, upaya ini memberikan efek positif terhadap saat tempuh mereka. “Dengan adanya Supeltas dan pengaturan lampau lintas yang terkoordinasi dengan baik, perjalanan kami menjadi lebih lancar. Biasanya kami memerlukan ketika hingga 8 jam untuk mencapai tujuan, sekarang mampu lebih lekas. Semoga ini mampu terus dilakukan setiap kali ada libur panjang,” cerita seorang wisatawan yang tidak ingin disebutkan namanya.
Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa pendekatan humanis melalui kolaborasi sukarelawan dapat menjadi solusi efektif bagi isu transportasi di kawasan wisata popular. Meski begitu, tantangan masih tetap ada, terutama dalam mempertahankan dan menaikkan koordinasi di antara semua pihak yang terlibat. Edukasi dan pelatihan untuk para sukarelawan pun diharap dapat ditingkatkan agar respon dan pelayanan Supeltas semakin profesional.
Secara keseluruhan, penerapan cara ini menggarisbawahi pentingnya perencanaan matang dan kesiapan aparat yang didukung oleh kolaborasi multi-pihak, guna menciptakan pengalaman liburan yang menyenangkan dan bebas dari stres efek kemacetan bagi para pelancong. Dengan asa ke depan, inisiatif seperti ini dapat lanjut dikembangkan dan diterapkan secara berkelanjutan, tidak cuma terbatas pada momen liburan saja, namun menjadi bagian dari strategi jangka panjang pengelolaan kemudian lintas di wilayah wisata unggulan.




