
SUKABOGOR.com – Kejadian tragis yang menimpa Esther, seorang pramugari pesawat ATR, meninggalkan duka mendalam bagi orang-orang terdekatnya, termasuk sahabatnya, Grace Hossiana. Kenangan masa kecil dan persahabatan yang telah terjalin sejak mereka duduk di bangku sekolah alas menjadi sumber pilu yang tak tertahankan bagi Grace. Melalui momen-momen bahagia dan sedih yang telah mereka lalui berbarengan, Grace merasa kehilangan yang amat besar atas kepergian Esther. Dalam ingatan Grace, sosok Esther bukan cuma sekadar kawan, tapi juga bagian penting dari kehidupannya.
Kenangan Manis Bersama Esther
Sejak pertemuan pertama mereka di sekolah dasar, Grace dan Esther sudah menjalin interaksi yang erat. Keduanya sering menghabiskan saat bermain bersama dan saling mendukung dalam berbagai situasi. Persahabatan mereka terus berlanjut hingga dewasa, bahkan waktu Esther memutuskan buat mengejar karir sebagai pramugari. “Esther selalu menjadi orang yang penuh semangat, dan dia mencintai pekerjaannya dengan sepenuh hati,” kenang Grace sembari mengusap air mata yang mengalir di pipinya. Bagi Grace, Esther adalah sosok yang selalu mampu diandalkan dan mempunyai tekad yang kuat untuk mengejar impian.
Kerinduan dan Kehilangan yang Mendalam
Kehilangan Esther meninggalkan lubang dalam hati Grace yang tidak mudah untuk disembuhkan. Kenangan tentang tawa ceria dan percakapan panjang yang sering mereka lakukan kini lanjut berputar di benak Grace. Setiap kali mendengar info tentang Esther, Grace merasakan kerinduan yang tidak terelakkan. Meskipun perjalanan hayati mereka telah menempuh jalan yang berbeda, persahabatan yang terjalin sejak kanak-kanak itu terus menjadi kenangan latif yang takkan pernah pudar. “Esther adalah sahabat sejati yang selalu mendukung dan ada di saat-saat sulit,” ungkap Grace dengan bunyi serak. Dalam setiap kenangan dan tangisan, Grace berharap agar sahabatnya itu menemukan kedamaian di sisi Yang Maha Kuasa.




