
SUKABOGOR.com – Enam Orang Ditangkap Usai Memeras dengan Topeng APH dan Wartawan
Penangkapan di Kecamatan Cigudeg
Kejadian mengejutkan terjadi di Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, di mana enam manusia ditangkap oleh pihak kepolisian setelah sebelumnya melakukan tindakan pemerasan. Insiden ini dikonfirmasi oleh Kapolsek Cigudeg, AKP Budi Sehabudin, yang menjelaskan bahwa penahanan tersebut dilakukan pada Minggu, 4 Januari 2026. Menurut AKP Budi, kejadian bermula ketika keenam pelaku tiba di letak menggunakan kendaraan Avanza Veloz. Dengan berpura-pura sebagai Aparat Penegak Hukum (APH) dan wartawan, mereka mencoba memanfaatkan situasi untuk mendapatkan keuntungan ilegal. “Mereka datang menggunakan Avanza Veloz,” ujarnya, menyoroti modus operandi golongan tersebut.
Tindakan penipuan dengan kedok sebagai aparat dan pers ini, jelas AKP Budi, menimbulkan keresahan di masyarakat sekeliling. Ia juga menambahkan bahwa kehadiran pihak palsu seperti itu tidak hanya merugikan dari segi material, namun juga mengganggu keamanan dan ketenangan warga. Polisi, dengan sigap, menindaklanjuti laporan yang masuk dan berhasil mengamankan para pelaku. Operasi penangkapan tersebut dilakukan dengan lekas dan tanpa eksis perlawanan berarti dari kelompok tersebut.
Modus Operandi dan Tindakan Selanjutnya
Kasus ini mencerminkan tantangan bagi pihak kepolisian dan masyarakat dalam menghadapi penipuan dengan modus yang semakin majemuk. MJ, salah satu warga yang tinggal di sekeliling lokasi kejadian, mengungkapkan kebingungannya terhadap tindakan tersebut. “Hal ini membikin kami was-was, sebab tak mudah membedakan mana yang asli dan mana yang imitasi,” katanya. Dalam situasi seperti ini, kewaspadaan dan kesadaran publik menjadi kunci untuk menghindari insiden serupa.
Keenam pelaku waktu ini menghadapi penyelidikan lebih terus untuk mengetahui apakah eksis keterlibatan pihak lain dalam kasus ini. Kepolisian berharap pengungkapan kasus ini dapat memberikan dampak jera dan mencegah kejadian serupa di masa depan. Selain itu, edukasi kepada masyarakat tentang cara mengenali aparat penegak hukum yang resmi juga diharapkan dapat ditingkatkan. Dengan demikian, masyarakat akan lebih berhati-hati dan tidak mudah tertipu oleh pihak yang mengatasnamakan lembaga resmi buat tujuan yang tak betul.
Pihak kepolisian, dalam hal ini, secara aktif juga mengimbau masyarakat buat segera melaporkan kepada pihak berwenang kalau menemukan indikasi tindakan penipuan atau pemerasan. Kerjasama antara masyarakat dan polisi sangat diperlukan untuk menjaga keamanan serta ketertiban berbarengan. Dengan adanya usaha yang sinergis antara masyarakat dan aparat penegak hukum, diharapkan situasi keamanan di daerah tersebut bisa kembali aman tanpa rasa khawatir terhadap ancaman penipuan atau pemerasan. Kejadian ini juga menjadi pengingat krusial bagi semua pihak buat masih waspada terhadap berbagai wujud penipuan yang marak terjadi.




