
SUKABOGOR.com – Tahun 2025 ditutup dengan sebuah acara penting yang diadakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor. Kegiatan Refleksi Akhir Tahun tersebut sukses menghadirkan berbagai kalangan dari pemerintahan mulai dari eksekutif, legislatif, yudikatif, hingga pimpinan Badan Usaha Punya Daerah (BUMD), pengusaha, akademisi, aktivis, pengamat hukum, dan juga rekan-rekan pers. Dilaksanakan pada hari Senin, 22 Desember 2025, acara ini bertempat di halaman Markas PWI Kota Bogor di Jalan Tirto Adhi Suryo, Kecamatan Tanah Sareal. Kegiatan tersebut tidak cuma sekadar cerminan, namun juga menjadi ajang buat berdiskusi dan mencari solusi atas berbagai permasalahan yang dihadapi Kota Bogor.
Menyatukan Visi dan Misi Pemerintah
Acara refleksi yang dipelopori oleh PWI Kota Bogor ini mendapat sambutan hangat karena disusun dengan menghadirkan berbagai elemen masyarakat serta pemerintahan. Salah satu fokus utama dalam diskusi adalah terkait dengan masalah transportasi yang menjadi salah satu isu penting di kota ini. Kota Bogor yang selalu dikenal dengan kemacetannya memerlukan perhatian spesifik dari semua stakeholder, dan pertemuan ini mencoba mengurai permasalahan tersebut dari pojok pandang yang bhineka, melibatkan Wali Kota dan DPRD yang turut serta menawarkan solusi.
Sebagaimana dituturkan oleh salah satu peserta, “Kita perlu solusi yang terintegrasi, bukan cuma menambah jumlah kendaraan umum, tetapi juga perlu memikirkan rekayasa lalu lintas yang lebih bagus dan melibatkan teknologi.” Pernyataan ini menunjukkan bahwa eksis pencerahan buat mengakomodasi berbagai solusi kreatif dan inovatif.
Mengatasi Tantangan Lingkungan dan Sampah
Selain transportasi, isu lain yang tidak kalah pentingnya adalah persoalan lingkungan, khususnya masalah penanganan sampah. Dalam refleksi akhir tahun ini, dibahas juga strategi dan langkah-langkah yang bisa diambil untuk mengatasi problematika sampah yang kian hari kian pelik di Kota Bogor. Wali Kota beserta anggota DPRD memaparkan program-program yang sudah dan akan diimplementasikan pakai mengurangi volume sampah serta menaikkan pencerahan masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang bagus.
Wacana keberlanjutan menjadi bagian yang tak mampu dipisahkan dalam diskusi ini. Ditegaskan pula pentingnya partisipasi masyarakat luas dalam menjaga kebersihan lingkungan. Salah satu solusi yang diusulkan adalah pengembangan teknologi pengolahan sampah dan pemberdayaan masyarakat untuk mendaur ulang dan mengurangi penggunaan produk sekali pakai. “Langkah kecil seperti mengganti kantong plastik dengan tas belanja ramah lingkungan mampu memberi dampak besar kalau dilakukan secara masif,” ujar seorang akademisi yang hadir dalam acara tersebut.
Diskusi dalam acara ini juga membuka ruang bagi kolaborasi lintas sektor yang dianggap penting untuk mencapai solusi yang efektif. Tidak berhenti hanya pada sesi obrolan, PWI Kota Bogor memastikan bahwa masukan-masukan yang dihasilkan selama acara tersebut akan dijadikan bahan rekomendasi bagi pemerintahan kota agar dapat memformulasikan kebijakan yang lebih baik di masa mendatang.
Secara keseluruhan, Cerminan Akhir Tahun 2025 ini berhasil menempatkan Kota Bogor pada jalur untuk memperbaiki majemuk tantangan yang dihadapinya. Momen ini menjadi bukti bahwa dengan kolaborasi dan komunikasi yang bagus antara pemerintah dan masyarakat, solusi atas permasalahan kota bisa ditemukan bersama-sama. Diharapkan rekomendasi dan hasil obrolan ini akan segera ditindaklanjuti buat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Bogor.



