
SUKABOGOR.com – Tragedi mengharukan kembali terjadi di Kota Bogor. Seorang bocah berusia 9 tahun, Maulana Maliq Irsyad, dilaporkan tenggelam di Kali Sindang Barang, sekitar kawasan Kampung Batu Ulung RT 02 RW 01, Kelurahan Balumbang Jaya, Kecamatan Bogor Barat. Kejadian malang ini berlangsung pada Kamis, 27 November 2025, tepatnya sekitar pukul 10.00 WIB. Menyentuh hati banyak manusia, peristiwa ini menjadi pengingat buat selalu waspada saat beraktivitas di sekitar air, terutama bagi anak-anak.
Momen Bermain Berubah Menjadi Duka
Hari yang semestinya penuh dengan keceriaan bagi Maulana dan teman-temannya justru berubah menjadi tragedi. Menurut informasi yang diperoleh, Maulana sedang bermain di sekitar Kali Sindang Barang yang memang menjadi salah satu loka favorit anak-anak kampung tersebut buat bermain air dan menghabiskan ketika senggang. Tetapi, tak satu pun yang menyangka bahwa permainan hari itu akan berakhir dengan duka mendalam.
Kejadian ini memicu respons cepat dari pihak berwenang. Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Bogor, Jarwo, memimpin tim penyelamatan yang segera diterjunkan ke lokasi buat melakukan pencarian. Dalam penjelasannya, Jarwo menyampaikan, “Kami segera turun ke lapangan setelah mendapat laporan. Kondisi arus sungai yang cukup deras ditambah dengan cuaca yang sedang tidak menentu menyulitkan tim waktu melakukan pencarian.”
Respons dan Kesadaran Masyarakat
Peristiwa tragis tenggelamnya Maulana Maliq Irsyad ini mendapat perhatian luas dari masyarakat Kota Bogor. Banyak penduduk yang turut bersimpati terhadap keluarga Maulana dan memberikan dukungan moril. Selain itu, hal ini menjadi momentum bagi masyarakat setempat untuk menaikkan kewaspadaan dan supervisi di sekeliling zona sungai, terutama mengingat seringnya anak-anak bermain di sana.
Berbagai pihak, termasuk pemerintah dan komunitas lokal, semakin menggencarkan sosialisasi akan pentingnya keselamatan anak-anak saat bermain, baik itu di jalan raya, area terpencil, maupun di dekat air. “Kami berharap kejadian ini menjadi pelajaran untuk semua pihak. Keselamatan harus menjadi prioritas utama ketika anak-anak bermain,” ungkap salah satu warga yang ikut dalam proses pencarian.
Tidak cuma peran serta masyarakat, peningkatan fasilitas dan pengamanan di sejumlah titik juga dianggap krusial untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali. Diharapkan pihak berwenang dapat melakukan evaluasi dan memasang tanda peringatan tambahan di zona yang berisiko.
Peristiwa menyedihkan ini membawa duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga Maulana, tetapi juga bagi masyarakat Kota Bogor pada umumnya. Ini adalah panggilan untuk bersatu dalam mengutamakan keselamatan anak-anak kita, memberikan mereka ruang untuk bermain dengan kondusif dan nyaman di lingkungan yang ramah anak.




