
SUKABOGOR.com – Bulan puasa selalu menjadi momen spesial bagi umat Muslim di semua internasional, termasuk di Indonesia. Banyak situasi unik dan fenomena menarik yang muncul selama periode ini, salah satunya adalah lonjakan permintaan bahan pangan eksklusif yang digunakan untuk menu berbuka puasa atau takjil. Salah satu bahan yang mendapat perhatian tinggi adalah nangka. Buah tropis ini kerap diburu oleh masyarakat yang mau menyajikan hidangan berbuka puasa yang lezat dan bernutrisi.
Kenaikan Harga Nangka Selama Ramadan
Tingginya permintaan nangka selama bulan puasa tidak pelak menyebabkan peningkatan harga di pasaran. Fenomena ini telah menjadi tradisi setiap tahunnya karena buah nangka adalah bahan terkenal yang sering digunakan dalam berbagai resep makanan manis dan gurih. Misalnya saja, kolak nangka, es nangka, dan aneka dessert lainnya yang kerap menjadi sajian spesial waktu berbuka. Di beberapa pasar tradisional dan modern, harga nangka mengalami kenaikan yang signifikan dibandingkan dengan bulan-bulan biasa.
Eksis berbagai unsur yang mempengaruhi lonjakan harga ini. Pertama, tingginya angka konsumsi nangka selama puasa membikin persediaan di pasaran cepat menyusut. Selain itu, kondisi cuaca dan musim tanam juga berperan penting dalam mempengaruhi ketersediaan pasokan nangka di pasaran. Banyak petani yang menggantungkan hayati mereka pada penjualan buah tropis ini selama Ramadan, sehingga wajar kalau mereka juga menyesuaikan harga untuk mendapatkan keuntungan yang wajar.
Pentingnya Nangka dalam Menu Berbuka
Nangka bukan cuma terkenal karena rasanya yang manis dan enak, namun juga sebab kandungan nutrisinya yang kaya. Sebagai buah tropis, nangka mengandung berbagai vitamin dan mineral krusial seperti vitamin A, vitamin C, kalium, dan serat. Nutrisi ini membantu menjaga kesehatan tubuh selama bulan puasa, ketika tubuh berpotensi kekurangan asupan vitamin dan mineral akibat perubahan formasi makan.
Selain itu, nangka juga dipilih oleh banyak keluarga sebagai bahan berbuka karena fleksibilitasnya dalam penyajian. Bisa diolah menjadi aneka kuliner dengan beragam rasa dan tekstur yang menggugah selera. “Nangka menjadi bahan favorit sebab selain mudah diolah, rasanya yang manis juga cocok untuk hidangan berbuka yang sehat,” ungkap seorang pedagang buah di pasar Bogor. Ketersediaan olahan nangka dalam berbagai bentuk juga memberikan kepraktisan bagi mereka yang mau berbuka tanpa repot memasak.
Di lagi maraknya permintaan dan kenaikan harga, masyarakat masih berusaha buat menyertakan nangka dalam menu berbuka mereka. Beberapa langkah yang dilakukan termasuk berburu nangka selama diskon di pasar swalayan atau memesan langsung dari petani untuk mendapatkan harga yang lebih ekonomis. Momen berbuka menjadi saat yang ditunggu-tunggu, sehingga banyak yang rela mengeluarkan sedikit lebih banyak untuk mendapatkan bahan pangan kesukaan selama Ramadan.
Meskipun kenaikan harga buah nangka ini dapat menjadi tantangan, masyarakat statis antusias memanfaatkan momen Ramadan untuk berkumpul dengan keluarga dan mencicipi hidangan berbahan dasar nangka yang menggugah selera. Alhasil, fenomena ini tidak cuma mencerminkan formasi konsumsi yang terjadi selama bulan puasa, tetapi juga memperlihatkan bagaimana budaya boga mempengaruhi dinamika pasar pangan di Indonesia.




