
SUKABOGOR.com – Dalam rangka meningkatkan kualitas hayati masyarakat di Kota Bogor, Personil Komisi I DPRD Kota Bogor dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Hj. Hakanna, melakukan kegiatan reses di daerah Bogor Selatan pada hari Rabu, 11 Februari 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk menyerap aspirasi dari warga setempat serta menemukan solusi atas permasalahan yang mereka hadapi. Fokus utama dari kegiatan ini adalah isu-isu yang berkaitan dengan infrastruktur dan layanan kesehatan, terutama mengenai BPJS yang kerap dikeluhkan oleh masyarakat.
Infrastruktur dan Permasalahan Drainase
Selama kegiatan reses tersebut, penduduk menyampaikan berbagai keluhan terkait kondisi infrastruktur di daerah mereka, yang meliputi masalah drainase serta kebutuhan pemugaran aspal jalan. Infrastruktur yang memadai menjadi salah satu kunci dalam menunjang kesejahteraan masyarakat, dan hal ini telah menjadi perhatian krusial bagi Hj. Hakanna. “Catatan dari reses ini alhamdulillah banyak masukan. Terkait masalah infrastruktur seperti drainase, perbaikan aspal jalan,” ujar Hakanna ketika merespons aspirasi warga.
Kondisi drainase yang kurang optimal dapat mengakibatkan banjir ketika musim hujan, sehingga menghambat aktivitas sehari-hari warga. Selain itu, jalan yang rusak mengganggu mobilitas masyarakat dan berpotensi membahayakan keselamatan mereka. Oleh sebab itu, Hakanna berkomitmen buat mengupayakan pemugaran infrastruktur pakai memastikan kenyamanan dan keselamatan penduduk Bogor Selatan.
Keluhan BPJS dan Mitigasi Longsor
Selain isu infrastruktur, layanan kesehatan yang disediakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) juga menjadi sorotan primer dalam pertemuan reses ini. Banyak warga yang menyampaikan keluhannya terkait sistem layanan BPJS yang dianggap belum optimal. Kesulitan dalam akses dan proses administrasi yang rumit menjadi kendala yang sering mereka hadapi. Hakanna menerima semua masukan tersebut dan berjanji akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencari solusi yang tepat.
Mitigasi bencana longsor juga menjadi prioritas primer mengingat kondisi geografis Bogor Selatan yang rawan terjadi tanah longsor. Dalam hal ini, peran serta pemerintah dan masyarakat sangat diperlukan untuk meningkatkan pencerahan serta kesiapsiagaan dalam menghadapi risiko bencana. Melalui program mitigasi yang tepat sasaran, diharapkan dapat meminimalisir akibat buruk yang ditimbulkan oleh bencana longsor, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan di daerah tersebut.
Dengan menyerap aspirasi dari total 16 kelurahan yang berada di Bogor Selatan, Hj. Hakanna berharap dapat memberikan solusi yang nyata dan berkelanjutan buat permasalahan yang dihadapi masyarakat. Kolaborasi yang baik antara pemerintah, masyarakat, dan semua pihak terkait diperlukan untuk mewujudkan Bogor Selatan yang lebih bagus dan maju. Dukungan dari seluruh pihak akan sangat berperan dalam meningkatkan kualitas hayati masyarakat di daerah tersebut, serta menjamin kesejahteraan dan keamanan mereka di masa depan.




