
SUKABOGOR.com – Jajaran Pengurus Ranting NU Desa Sukamulya Kecamatan Rumpin menggelar peringatan Hari Lahir Nahdlatul Ulama yang ke-100 dengan khidmat dan penuh kekeluargaan. Acara istimewa ini berlangsung di Kampung Leuwiranji RT 04 RW 02 Desa Sukamulya. Berbagai faktor pengurus dari tingkat ranting hingga Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Rumpin turut hadir, serta sejumlah tamu undangan yang memberikan dukungan untuk memeriahkan acara. Peringatan ini menjadi momen krusial untuk mengenang perjalanan 100 tahun Nahdlatul Ulama dan kontribusinya terhadap bangsa dan agama, sekaligus memperkuat tali silaturahmi antaranggota.
Semarak Peringatan Hari Lahir
Perayaan Hari Lahir Nahdlatul Ulama kali ini dilaksanakan dengan serangkaian acara yang penuh nilai spiritual. Penyelenggaraan istighosah dan taklim buku menjadi acara primer yang tidak hanya mengedepankan aspek religius, tetapi juga memberikan kesadaran dan penguatan iman bagi para peserta. Istighosah sendiri dimaknai sebagai wujud doa bersama untuk memohon pertolongan kepada Allah SWT, suatu tradisi yang tidak terpisahkan dari budaya NU.
Selain itu, kegiatan taklim kitab menggambarkan komitmen NU dalam mendalami ilmu agama dan menyebarkannya kepada masyarakat. Kegiatan ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk pemuda dan santri, buat turut serta dalam memahami ajaran-ajaran Islam yang diajarkan oleh para ulama terdahulu. Semangat belajar dan mendalami agama ini merupakan warisan berharga yang selalu mau ditanamkan oleh NU kepada setiap generasi.
Kebersamaan dan Cerminan Sejarah
Dalam sambutannya, ketua ranting NU Desa Sukamulya menekankan pentingnya kebersamaan dan terus melestarikan nilai-nilai yang telah diwariskan oleh para pendahulu NU. “Kita harus mampu menjadikan Harlah ini sebagai momen cerminan, menyantap ke belakang untuk mengingat jasa para ulama dan mengapresiasi segala sumbangsihnya dalam membangun bangsa ini,” ujarnya dengan penuh hikmat. Pidato ini mengingatkan seluruh peserta akan betapa berharganya kebersamaan dan persatuan dalam mengatasi berbagai tantangan era.
Kegiatan ini juga menjadi wadah buat saling bertukar pikiran dan memperkuat ukhuwah Islamiyah antar personil dan masyarakat generik. Peringatan seratus tahun merupakan pencapaian yang luar biasa, tetapi juga menjadi titik tolak buat mempersiapkan langkah-langkah ke depan yang lebih baik. Disampaikan pula harapan agar Nahdlatul Ulama lanjut berkembang dan memberikan manfaat lebih luas, tak cuma bagi umat Islam namun juga bagi masyarakat generik.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat kebersamaan dan pengabdian yang selama ini menjadi karakteristik khas Nahdlatul Ulama dapat terus terjaga. Dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat, dari yang muda hingga yang tua, peringatan Hari Lahir ke-100 Nahdlatul Ulama di Sukamulya menjadi ajang buat meneguhkan kembali komitmen seluruh anggota untuk terus berada di garis depan dalam menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.



