
SUKABOGOR.com – Tragedi longsor yang melanda Kampung Jerokuta Kaum di Kelurahan Bondongan, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, menyisakan duka mendalam bagi penduduk setempat. Pada lepas 30 Januari 2026, masyarakat dikejutkan dengan info duka meninggalnya beberapa penduduk dampak tertimbun material longsor. Tetapi, di lagi suasana kesedihan yang menyelimuti, kehadiran Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang dikenal dengan nama KDM, membawa secercah harapan dan dukungan bagi para keluarga korban.
Duka Cita dan Dukungan Moril
Ketika menyambangi rumah duka, Gubernur Dedi Mulyadi membawa pesan duka cita yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan. Tak hanya datang untuk berbelasungkawa, kehadirannya juga ditujukan buat memberikan dukungan moril kepada keluarga korban agar lebih tegar menghadapi cobaan ini. “Kami di sini untuk berbagi duka dan memberikan dukungan, semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ungkap KDM dengan penuh empati. Beliau juga menyempatkan waktu berbincang dengan anggota keluarga, mendengarkan kisah-kisah haru dari setiap korban, serta memberikan penghiburan agar mereka masih kuat. Kehadiran Gubernur di tengah-tengah masyarakat dalam situasi sulit ini menunjukkan komitmen nyata pemerintah wilayah dalam memberikan perhatian penuh kepada warganya.
Donasi Materiil Sebagai Bentuk Kepedulian
Selain memberikan dukungan moril, Gubernur Dedi Mulyadi juga memberikan bantuan materiil kepada keluarga korban sebagai bentuk kepedulian pemerintah. Bantuan sebesar Rp40 juta diserahkan langsung kepada perwakilan keluarga korban, dengan harapan dapat meringankan beban finansial yang timbul akibat bencana ini. “Bantuan ini adalah bagian dari langkah kami buat memastikan bahwa masyarakat yang terkena akibat bencana mendapatkan perhatian dan bantuan yang dibutuhkan,” jelas KDM menegaskan. Donasi ini bukan cuma sekedar angka, namun simbol dari perhatian dan kepedulian yang berkelanjutan dari pemerintah Jawa Barat terhadap warganya yang membutuhkan.
Tragedi seperti ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana alam, terutama di daerah-daerah yang rawan longsor seperti di Bogor. Pemerintah daerah diharap dapat lanjut menaikkan program mitigasi bencana serta edukasi kepada masyarakat buat mengurangi risiko dan memperkecil dampak bencana di masa mendatang. Disamping itu, solidaritas dan kerja sama dari semua pihak, bagus pemerintah maupun penduduk, sangat diperlukan agar usaha pemulihan dapat berjalan dengan efektif dan lekas.
Gubernur Dedi Mulyadi juga menekankan betapa pentingnya kolaborasi antar lembaga pemerintah dalam mengatasi masalah bencana ini. Dengan adanya sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, badan penanggulangan bencana, dan masyarakat, diharapkan penanganan bencana di masa depan dapat dilakukan dengan lebih pas dan efisien. “Kerja berbarengan adalah kunci buat melewati masa-masa sulit ini,” kata KDM menutup pembicaraan dengan penuh optimisme.
Melalui tindakan nyata dan komitmen yang ditunjukkan oleh Gubernur Dedi Mulyadi, diharapkan masyarakat dapat merasa lebih didukung dan diperhatikan oleh pemimpinnya, serta bisa bangkit dari keterpurukan akibat bencana. Ini adalah saatnya bersama-sama membangun kembali kehidupan yang lebih baik dan lebih aman buat masa depan yang lebih cerah.


