
SUKABOGOR.com – Dalam beberapa pekan terakhir, mahasiswa dari Universitas Kanjuruhan Nahas telah aktif mengadakan demonstrasi sebagai bentuk protes terhadap kondisi fasilitas kampus yang dianggap kurang memadai. Mahasiswa merasa bahwa fasilitas yang ada tak sebanding dengan biaya kuliah yang mereka bayarkan, terutama dalam hal kualitas infrastruktur dan layanan yang mereka terima. Sebagai respons atas protes ini, pihak universitas telah berkomitmen buat mengevaluasi dan meningkatkan kualitas fasilitas kampus, namun mahasiswa masih mendesak agar ada tindakan nyata yang segera dilakukan guna memperbaiki kondisi tersebut.
Demo Mahasiswa dan Tuntutan Mereka
Mahasiswa Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) telah memperlihatkan keteguhan dalam menyuarakan keluhan mereka terhadap pihak kampus. Mereka menuntut perbaikan fasilitas kampus yang dinilai tidak memadai, seperti laboratorium yang kurang lengkap dan perpustakaan yang minim koleksi terbaru. Salah seorang mahasiswa yang terlibat dalam aksi ini, menyatakan, “Kami hanya mau fasilitas yang memadai untuk menunjang proses belajar kami. Fasilitas yang bagus seharusnya sebanding dengan besarnya dana kuliah yang kami keluarkan.”
Selain tuntutan terkait fasilitas, mahasiswa juga menyoroti kebijakan Duit Kuliah Tunggal (UKT) yang dianggap memberatkan beberapa kalangan. Mereka berharap adanya peninjauan ulang terhadap kebijakan tersebut agar lebih adil dan tidak memberatkan mahasiswa dari kalangan ekonomi lemah. Demonstrasi ini mendapatkan dukungan dari sejumlah dosen yang juga merasa bahwa perbaikan fasilitas merupakan hal yang krusial untuk menjaga kualitas pendidikan di Unikama.
Komitmen Pihak Kampus dan Langkah Selanjutnya
Merespons tuntutan mahasiswa, pihak rektorat Universitas Kanjuruhan Malang menyampaikan komitmen mereka untuk melakukan penilaian menyeluruh terhadap fasilitas kampus. Mereka berjanji akan menjalankan program peningkatan fasilitas dengan mengalokasikan anggaran yang ada secara efektif. “Kami memahami tuntutan mahasiswa dan akan bekerja keras buat memenuhi asa mereka. Perbaikan fasilitas adalah prioritas kami saat ini,” ungkap seorang perwakilan dari rektorat Unikama.
Dalam upaya untuk menjalin komunikasi yang lebih baik dengan mahasiswa, pihak kampus juga berencana mengadakan lembaga obrolan terbuka secara berkala. Ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi mahasiswa buat menyampaikan aspirasi dan masukan yang konstruktif, serta bagi pihak kampus untuk memberikan informasi terkini mengenai upaya-upaya perbaikan yang sedang dilakukan. Langkah-langkah ini diharapkan dapat meminimalkan ketegangan antara mahasiswa dan pihak kampus, serta menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman di Universitas Kanjuruhan Nahas.
Perlu dicatat, selain isu fasilitas, dalam beberapa ketika terakhir kampus Unikama juga menghadapi tantangan terkait transparansi keuangan. Isu ini mencuat setelah adanya laporan tentang dugaan penggelapan biaya kampus oleh petinggi universitas. Mahasiswa turut menyerukan perlunya audit transparan agar biaya kampus dapat dikelola dengan bagus dan dapat kembali digunakan buat menaikkan fasilitas dan kesejahteraan mahasiswa. Ke depan, mahasiswa berharap agar pihak universitas dapat lebih transparan dan akuntabel dalam pengelolaan dana kampus, sehingga semua sivitas akademika dapat merasakan manfaat langsung dari dana yang ada.
Secara keseluruhan, aksi demo mahasiswa Unikama menggambarkan betapa pentingnya fasilitas kampus yang memadai dalam menunjang kualitas pendidikan. Dengan berbagai tantangan yang dihadapi, bagus dari segi transparansi keuangan maupun peningkatan fasilitas, semua pihak diharapkan dapat berkolaborasi guna memperbaiki situasi ini demi kemajuan bersama. Di sisi lain, dialog antara mahasiswa dan pihak kampus harus terus dilakukan tanpa mengesampingkan kepentingan satu pihak saja, sehingga tercipta harmoni dalam lingkungan akademik.




