
SUKABOGOR.com – Di lagi kondisi global yang penuh tantangan, Menteri Pertahanan Indonesia, Prabowo Subianto, berkata di Lembaga Ekonomi Dunia (WEF) mengenai pentingnya pendidikan bagi kemajuan suatu negara. Dalam pidato yang disampaikan di Swiss, Prabowo menekankan, “Kurangnya pendidikan adalah jalan menuju negara gagal”. Ia menggambarkan bagaimana pendidikan berfungsi sebagai fondasi primer dalam membangun negara yang konsisten dan maju. Menurut Prabowo, tanpa pendidikan yang memadai, suatu negara akan sulit untuk bersaing dalam kancah global dan hal tersebut dapat menimbulkan berbagai masalah sosial serta ekonomi yang berujung pada kegagalan negara.
Perasaan Hangat Diaspora Indonesia di Swiss
Di balik cuaca dingin Swiss, terdapat kehangatan sambutan dari komunitas diaspora Indonesia untuk Presiden Prabowo yang kala itu menghadiri WEF. Kehadiran Prabowo di tengah diaspora disambut dengan antusiasme dan rasa bangga. Diaspora Indonesia mempersembahkan sambutan hangat dalam bentuk aktivitas kebudayaan serta obrolan informal yang mempererat tali kekeluargaan sesama anak bangsa di luar negeri. Situasi ini menggambarkan betapa eratnya ikatan emosional yang terjalin antara pemerintah dan warganya meskipun terpisah oleh jarak geografis.
Salah satu momen istimewa selama lawatannya di Swiss adalah pertemuan Prabowo dengan legenda sepak bola Zidane. Momen ini menjadi sorotan tidak hanya di kalangan masyarakat Indonesia namun juga di media internasional. Zidane yang dikenal sebagai ikon sepak bola internasional, memberikan apresiasi terhadap Prabowo atas kontribusinya dalam bidang pertahanan dan upaya menjalin komunikasi lintas budaya.
Indonesia Night: Podium Budaya di WEF
Dalam rangkaian acara di Lembaga Ekonomi Internasional 2026, Indonesia Night memamerkan kekayaan budaya Nusantara di hadapan internasional internasional. Ini merupakan peluang emas bagi Indonesia untuk mempromosikan keindahan seni dan budaya yang dimiliki, serta menunjukkan potensi besar bangsa ini di kancah global. Acara tersebut menampilkan berbagai pertunjukan tradisional, mulai dari tari hingga musik, yang menggambarkan keragaman dan selaras yang ada di Indonesia. Selain itu, acara ini juga merupakan bukti dari diplomasi budaya yang efektif dalam memperkuat citra positif Indonesia di mata internasional.
Selama acara tersebut, Prabowo juga berbagi cerita mengenai survei yang mengungkapkan bahwa warga Indonesia termasuk dalam kategori paling bahagia dan optimis sedunia. Fakta ini menunjukkan bagaimana nilai-nilai kebahagiaan dan optimisme dianut erat oleh masyarakat Indonesia, yang menjadi kapital krusial dalam menapaki masa depan yang lebih cerah. Menurut Prabowo, optimisme ini adalah kunci dalam menghadapi tantangan mendunia dan pembangunan nasional yang berkelanjutan.
Dengan demikian, lawatan Prabowo ke Swiss dalam konteks Forum Ekonomi Internasional tak cuma memperlihatkan diplomasi dan peran aktif Indonesia di forum dunia, namun juga memamerkan kekayaan budaya serta semangat optimisme bangsa Indonesia. Dalam era globalisasi yang penuh tantangan, pendidikan, budaya, dan optimisme menjadi tiga pilar penting yang harus lanjut dijaga dan dikembangkan oleh setiap bangsa buat mencapai keberhasilan dan kemajuan bersama.




