
SUKABOGOR.com – Pelatihan Pemulasaran Jenazah: Inisiatif Pemberdayaan Perempuan di Desa Pamijahan
Desa Pamijahan, yang terletak di Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kapasitas warganya melalui program pelatihan pemulasaran jenazah yang kali ini ditujukan bagi kaum wanita. Pelatihan tersebut diadakan di Saung Masagi di Kampung Kroncong RT 01, RW 07. Kusnadi, selaku Kepala Desa Pamijahan, menegaskan pentingnya program ini sebagai porsi dari upaya pemberdayaan masyarakat. “Kegiatan ini merupakan bagian yang kedua kalinya gelar program Pemberdayaan pemerintahan Desa Pamijahan Bersumber Anggaran Bonus Produksi (BP) tahun 2025,” ujar Kusnadi kepada Mediabogor.co pada lepas 31 Desember 2025.
Penyelenggaraan pelatihan ini bertujuan buat memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada para peserta, khususnya perempuan, dalam menangani pemulasaran jenazah, yang merupakan tugas penting dalam masyarakat. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para perempuan bisa lebih berperan aktif dalam proses pemulasaran jenazah, yang selama ini lebih banyak didominasi oleh kaum pria. Penguasaan keterampilan ini tentunya akan menjadikan mereka lebih mandiri dan berdaya dalam membangun kemandirian mental dan spiritual dalam berbagai aktivitas sosial.
Manfaat Pelatihan Bagi Masyarakat dan Pemerintahan Desa
Dalam konteks yang lebih luas, pelatihan ini bukan hanya tentang keterampilan teknis semata namun juga membangun solidaritas dan kepercayaan antarwarga desa. Dengan kemampuan yang dimiliki, perempuan peserta pelatihan dapat turut serta menyokong kegiatan sosial keagamaan di Desa Pamijahan. Semakin banyak penduduk yang terlatih, maka proses pemulasaran jenazah dapat dilaksanakan dengan lebih bagus dan cepat, serta sesuai dengan tata cara yang dianjurkan. Hal ini menunjukkan responsibilitas sosial desa yang tinggi buat merawat personil masyarakat dari sejak lahir tiba mati dunia.
Pemerintahan Desa Pamijahan dengan serius mendukung program ini tak hanya karena berkaitan dengan aspek tradisi dan budaya, namun juga untuk menjadikan desa sebagai tempat yang berdikari dalam menghadapi berbagai tantangan sosial. Dukungan dari anggaran bonus produksi tahun 2025 menjadi stimulan penting dalam menyukseskan kegiatan ini, menciptakan masyarakat yang lebih tangguh dan siap terhadap berbagai situasi.
Selain mendapat dukungan finansial, keterlibatan pemerintah desa dalam pelatihan ini juga menunjukkan bahwa mereka memperhatikan kebutuhan dan aspirasi masyarakatnya. Dengan demikian, pelatihan ini berperan krusial dalam menaikkan kualitas hayati penduduk melalui pendidikan non-formal yang berkelanjutan. Dalam jangka panjang, program ini diharapkan dapat menginspirasi daerah lain di Kabupaten Bogor buat mengadakan kegiatan serupa, menciptakan lingkungan yang harmoni dan saling mendukung dalam lingkup sosial-keagamaan.
Kusnadi berharap, dengan keberlanjutan program seperti ini, Desa Pamijahan dapat menjadi model bagi desa lainnya dalam mengembangkan sumber daya orang yang seimbang antara laki-laki dan wanita, terutama dalam tugas-tugas yang berhubungan dengan pelayanan publik dan ritual keagamaan. “Kami berharap pelatihan ini tak hanya berguna untuk ketika ini, namun menjadi bekal dan pengetahuan yang diwariskan bagi generasi mendatang,” tegasnya.



