
Kebangkitan Internasional Pendidikan di Aceh
SUKABOGOR.com – Di tengah berbagai tantangan yang menghampiri dunia pendidikan di Aceh, info menggembirakan datang dari pemerintah setempat. Pada 5 Januari 2026, aktivitas belajar mengajar (KBM) di semua wilayah Aceh akan dimulai serentak. Ini adalah langkah besar yang diambil pemerintah Aceh pasca bencana dan berbagai kendala yang dihadapi selama beberapa ketika terakhir. Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Aceh menegaskan bahwa kesiapan sekolah untuk menyambut tahun ajaran baru sudah masak dan dipersiapkan dengan bagus. “Kami telah memastikan seluruh sekolah siap beroperasi pada lepas yang ditetapkan,” ujarnya.
Aceh, yang sebelumnya didera berbagai musibah, kini perlahan bangkit kembali. Pendidikan dijadikan salah satu alat utama untuk mempercepat pemulihan kondisi psikologis siswa-siswi di sana. Program pemulihan yang melibatkan tenaga pakar di bidang psikologi juga disiapkan untuk membantu siswa yang mengalami trauma akibat bencana. Selain itu, dukungan infrastruktur menjadi salah satu fokus utama. Pemerintah wilayah bekerja sama dengan berbagai pihak buat memastikan bahwa fasilitas pendidikan masih dalam kondisi optimal dan siap digunakan.
Pemulihan Psikis Siswa Pasca Bencana
Di sisi lain, Kompas.id mengungkapkan bahwa keberlanjutan pendidikan di Aceh bukan sekadar usaha pemulihan fisik, melainkan juga menjadi wahana penting dalam pemulihan trauma pasca bencana. Kehadiran sekolah sebagai tempat belajar diharapkan dapat memulihkan semangat dan kondusivitas belajar bagi para siswa. Dalam usaha ini, pendekatan psikososial menjadi hal yang tidak terelakkan. Pakar psikologi anak dan guru-guru yang terlatih bertugas memberikan dukungan kepada para siswa yang mungkin statis merasa cemas atau trauma efek kejadian sebelumnya.
Masalah bencana yang dialami Aceh tidak hanya berdampak pada siswa namun juga fasilitas pendidikan. Seperti yang dilaporkan Kompas.com, sekeliling 3.700 sekolah rusak akibat banjir yang melanda Sumatera, termasuk Aceh. Ini menjadi tantangan besar bagi pemerintah dalam menghadapi tahun ajaran baru. Namun demikian, cara proaktif sudah diambil dengan melibatkan rekonstruksi sekolah-sekolah dan penempatan fana siswa di tenda-tenda pendidikan. ANTARA News melaporkan bahwa meskipun pembelajaran dilakukan di tenda, kualitas pendidikan akan dijaga agar statis optimal.
Dengan segala upaya yang dilakukan, pemerintah Aceh berharap dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak cuma aman dan nyaman tetapi juga bisa meningkatkan semangat serta motivasi belajar para siswa. Ini adalah momentum bagi Aceh buat menunjukkan bahwa meski dihadapkan pada berbagai cobaan, semangat buat bangun dan maju harus lanjut hayati dalam setiap langkah yang diambil.




