
SUKABOGOR.com – Pemerintah Kota Bogor baru-baru ini meluncurkan sebuah aplikasi inovatif bernama “Besti” sebagai langkah konkret dalam mengatasi permasalahan stunting yang tetap menjadi tantangan di kota tersebut. Peluncuran aplikasi ini mendapatkan pujian dari berbagai pihak, termasuk dari personil Komisi I DPRD Kota Bogor, Hakanna. Dalam keterangannya, Hakanna menyampaikan apresiasinya terhadap langkah Pemkot yang aktif mencari solusi untuk masalah kesehatan yang krusial ini.
Aplikasi “Besti” Sebagai Cara Inovatif
Aplikasi “Besti” dirancang untuk meningkatkan koordinasi dan efektivitas temuan dalam mengatasi stunting di Kota Bogor. Melalui aplikasi ini, berbagai Organisasi Perangkat Wilayah (OPD) dapat berkolaborasi dengan lebih baik dalam menjalankan program-program kesehatan terkait stunting. Hakanna menilai bahwa sinergi yang terbangun di antara OPD sangat krusial dalam menyukseskan aplikasi ini. “Peluncuran aplikasi ini menunjukkan adanya koordinasi dan sinergi yang bagus di lingkungan Pemkot Bogor,” ungkap Hakanna dengan penuh keyakinan.
Stunting merupakan kondisi gagalnya pertumbuhan anak akibat kekurangan gizi kronis, terutama pada 1000 hari pertama kehidupan. Pemkot Bogor sadar betul pentingnya pencegahan stunting untuk membangun generasi masa depan yang sehat dan produktif. Oleh sebab itu, aplikasi Besti dibuat untuk mempermudah pemantauan status gizi dan perkembangan anak-anak di Kota Bogor. Dengan aplikasi ini, petugas kesehatan mampu mendapatkan data yang lebih seksama dan terkini sehingga intervensi yang diperlukan dapat segera dilakukan.
Asa dan Tantangan ke Depan
Menatap potensi akbar dari aplikasi “Besti”, masyarakat dan berbagai stakeholder berharap bahwa program ini dapat berkelanjutan dan semakin efektif ke depannya. Hakanna sendiri menekankan pentingnya monitoring dan penilaian berkelanjutan agar aplikasi ini tidak cuma menjadi satu program asal-asalan. Menurutnya, dukungan dari berbagai pihak dan pencerahan masyarakat tentang pentingnya pencegahan stunting harus terus ditingkatkan.
Namun, penerapan aplikasi ini tentu bukan tanpa tantangan. Salah satu tantangan terbesarnya adalah memastikan bahwa seluruh pengguna, termasuk tenaga kesehatan di lapangan, dapat mengoperasikan aplikasi ini dengan baik. Pelatihan dan sosialisasi yang terus-menerus menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan program ini. Selain itu, Hakanna juga berharap Pemkot Bogor dapat terus melakukan inovasi dan penilaian agar aplikasi Besti masih relevan dan adaptif terhadap perubahan kebutuhan.
Dengan segala kesiapan dan komitmen dari semua pihak, diharapkan permasalahan stunting di Kota Bogor dapat diatasi dengan lebih cepat dan efektif. Kehadiran aplikasi “Besti” diharapkan tak cuma sebagai solusi jangka pendek, namun juga menjadi cara awal untuk transformasi digital dalam penanganan masalah kesehatan lainnya di Kota Bogor. Dengan demikian, generasi mendatang dapat tumbuh dengan sehat dan memiliki masa depan yang lebih bagus.



