
SUKABOGOR.com – Program ketahanan pangan yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto semakin mendapatkan dukungan dari berbagai elemen masyarakat. Salah satu dukungan yang mencuat datang dari Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Koordinator Wilayah (Korda) Depok. Para jurnalis yang tergabung di dalamnya telah mengambil langkah konkret dengan menerapkan konsep pemeliharaan ayam petelur. Inisiatif ini pun mendapat sokongan penuh dari Kementerian Pertanian (Kementan) yang berkomitmen membantu masyarakat dalam memastikan ketahanan pangan nasional. Dalam konteks ini, Kementan memberikan hibah sebanyak 210 ekor ayam petelur buat mendukung program ini.
Dukungan Kementerian Pertanian
Kementerian Pertanian tak hanya memberikan hibah, namun juga menyediakan berbagai bantuan teknis dan edukasi bagi personil IJTI Korda Depok dalam mengelola upaya peternakan ayam petelur ini. Para jurnalis yang beralih sementara ke ranah peternakan, kini tak cuma berfokus pada tugas jurnalistik, namun juga bercocok tanam dan beternak untuk memastikan kemandirian pangan mereka. Langkah ini mengisyaratkan betapa pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan ketahanan pangan. Seorang perwakilan dari Kementan mengatakan, “Kami percaya, kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk media, akan mempercepat tercapainya tujuan ketahanan pangan nasional.”
Lebih lanjut, hibah 210 ekor ayam petelur tersebut tak cuma sekadar dukungan material, namun juga simbol kepercayaan pemerintah terhadap peran serta aktif masyarakat, termasuk kalangan jurnalis. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan momentum serta menjadi misalnya bagi daerah lain buat turut berpartisipasi aktif dalam program ketahanan pangan. Keberhasilan program ini bukan hanya diukur dari hasil produksi telur, tetapi juga dari bagaimana masyarakat dapat berdaya secara ekonomi dengan mengandalkan sumber energi lokal.
Peran Media Dalam Ketahanan Pangan
Peran media dalam program ketahanan pangan rupanya lebih besar dari yang dibayangkan. Media tidak cuma berfungsi sebagai penyebar informasi, namun juga sebagai penggerak perubahan di masyarakat. Dengan melibatkan jurnalis dalam program ini, terjadi sebuah simbiosis yang menguntungkan di mana informasi tentang ketahanan pangan dapat lebih mudah dan lekas disebarluaskan kepada masyarakat luas. Peran strategis ini bukan saja memberikan edukasi kepada publik, tetapi juga meningkatkan pencerahan masyarakat mengenai pentingnya ketahanan pangan sebagai porsi dari kedaulatan bangsa.
Sejalan dengan itu, Ketua IJTI Korda Depok mengungkapkan bahwa program ini membawa manfaat ganda bagi para jurnalis. Dengan terlibat langsung, mereka memahami dan mampu melaporkan kondisi nyata ketahanan pangan dengan lebih baik dan berbasis pengalaman langsung. “Ini adalah bentuk nyata kontribusi kami terhadap bangsa. Ketika warta tak cuma dibaca, namun mampu dihasilkan oleh tangan-tangan kami sendiri,” ungkapnya. Pengalaman langsung ini memperkuat komitmen jurnalis sehingga warta yang disampaikan lebih kredibel dan berdasarkan data serta fakta lapangan.
Inisiatif ini menunjukkan bahwa semangat gotong royong dan kolaborasi antar lembaga serta individu merupakan kunci dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan. Dengan terus meningkatnya populasi dan kebutuhan pangan, partisipasi aktif dari berbagai sektor masyarakat menjadi semakin krusial. Apa yang dimulai oleh IJTI Korda Depok dan didukung oleh Kementan ini bisa menjadi satu dari banyak solusi dalam menjawab tantangan ketahanan pangan ke depan.
Sebagai penutup, langkah yang telah diambil IJTI Korda Depok bersama Kementerian Pertanian ini adalah sinergi ideal dalam membangun kemandirian dan ketahanan pangan nasional. Asa ke depan, inisiatif ini bisa direplikasi oleh organisasi lain dan menjadi pelopor bagi gerakan-gerakan serupa di berbagai wilayah. Dengan begitu, ketahanan pangan tak tengah menjadi impian, namun sebuah realita yang bisa dinikmati oleh semua lapisan masyarakat Indonesia.



