
SUKABOGOR.com – Sebuah insiden yang cukup mengejutkan terjadi di jalanan Kabupaten Bogor, tepatnya di tanjakan Jalan Raya Jonggol-Cariu, Kampung Mengker, Desa Sirnagalih, Kecamatan Jonggol. Pada Sabtu, 3 Januari 2026, sebuah ekskavator terlepas dari truk trailer yang membawanya, menyebabkan kerusakan dan luka-luka pada sejumlah orang yang berada di sekeliling lokasi kejadian. Plt Kanit Gakkum Satlantas Polres Bogor, Ipda Ares Rahman, menjelaskan bahwa kecelakaan tersebut terjadi pada pukul 10.20 WIB. Menurut Ipda Ares, kecelakaan dimulai waktu truk trailer berpelat angka B 9522 kehilangan kendali ketika sedang mengangkut ekskavator tersebut.
Detil Kejadian dan Upaya Penanganan
Insiden bermula ketika truk trailer yang membawa ekskavator tersebut berusaha menaiki tanjakan di Jalan Raya Jonggol-Cariu. Tiba-tiba, pengikat ekskavator gagal menahan beban, dan ekskavator pun terlepas dan meluncur ke bawah dengan kecepatan yang tidak terduga. Efek dari kejadian ini, lima manusia mengalami luka-luka. Mereka yang berada di lokasi segera mendapat pertolongan dan dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Petugas kepolisian dari Satlantas Polres Bogor juga segera sampai di letak buat mengamankan zona dan melakukan investigasi lebih lanjut.
Selama ini, tanjakan di Jalan Raya Jonggol-Cariu memang dikenal sebagai salah satu jalur yang cukup rawan. Hal ini disebabkan oleh kondisi jalan yang menanjak dan ramai dilalui kendaraan berat seperti truk dan trailer. Sebab itu, Ipda Ares Rahman juga menghimbau para pengendara, terutama kendaraan berat, untuk lebih berhati-hati dan memastikan semua perangkat pengaman berfungsi dengan baik sebelum melakukan perjalanan di rute yang menantang ini. “Pengemudi harus sangat teliti memeriksa kendaraan mereka, terutama terkait sistem pengamanan muatan yang dibawa,” tambah Ipda Ares.
Efek dan Antisipasi Insiden Lanjutan
Kejadian ini turut menimbulkan kemacetan di sepanjang jalan tersebut, karena ekskavator yang terlepas menutup salah satu jalur utama. Petugas berupaya keras untuk mengevakuasi ekskavator dan membersihkan lokasi kejadian secepat mungkin agar arus kemudian lintas bisa kembali normal. “Kami berusaha semaksimal mungkin supaya jalur mampu dibuka kembali secepatnya, sebab ini adalah jalur primer yang sering dilalui banyak kendaraan, khususnya pada akhir pekan,” ujarnya.
Insiden ini menjadi pengingat bagi seluruh pihak tentang pentingnya keselamatan dan kepatuhan terhadap standar operasional dalam mengangkut barang-barang berat. Masyarakat di sekeliling Kecamatan Jonggol juga dihimbau untuk lebih waspada saat berada di sekeliling aktivitas pengangkutan barang-barang akbar. Selain itu, diharapkan eksis evaluasi menyeluruh dari pihak berwenang terkait faktor keamanan dan teknis yang perlu diperhatikan pada jalan-jalan yang memiliki ciri menanjak dan sering dilalui kendaraan berat.
Selain itu, kejadian seperti ini juga menggarisbawahi perlunya pengawasan lebih ketat dari otoritas terkait, serta peningkatan infrastruktur jalan yang memadai untuk mendukung kelancaran dan keamanan transportasi. Diharapkan dengan langkah-langkah yang lebih terkoordinasi, insiden serupa dapat dicegah di masa mendatang. Untuk fana, masyarakat diminta untuk bersabar dan mencari trayek alternatif agar dapat menghindari kemacetan dan risiko kecelakaan lanjutan di sekitar area tersebut.




